Stories in My Life

Whatever I do now, it's better than yesterday

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Uap air merupakan gas yang timbul akibat perubahan fase air menjadi uap dengan cara pendidihan (boiling). Untuk melakukan proses pendidihan diperlukan energi panas yang diperoleh dari sumber panas, misalnya dari pembakaran bahan bakar (padat, cair, gas), tenaga listrik dan gas panas sebagai sisa proses kimia serta tenaga nuklir.
Boiler menghasilkan uap dan uap yang dihasilkan ini dapat dugunakan untuk membangkitkn listrik, menggerkkan turbin dan sebagianya. Pada dasarnya boiler adalah suatu wadah yang berfungsi sebagai pemanas air dalam suatu industri proses. Panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam. Steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air didihkan sampai menjadi steam, volumenya akan meningkat sekitar 1600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dengan baik. Bahan bakar yang digunakan untuk memanaskan boiler bisa berupa gas, minyak dan batu bara.
Energi kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai tekanan, temperatur, dan laju aliran yang menentukan pemanfaatan steam yang akan digunakan. Berdasarkan ketiga hal tersebut sistem boiler mengenal keadaan tekanan-temperatur rendah (low pressure/LP), dan tekanan-temperatur tinggi (high pressure/HP), dengan perbedaan itu pemanfaatan steam yang keluar dari sistem boiler dimanfaatkan dalam suatu proses untuk memanasakan cairan dan menjalankan suatu mesin (commercial  and industrial boilers), atau membangkitkan energi listrik dengan merubah energi kalor menjadi energi mekanik kemudian memutar generator sehingga menghasilkan energi listrik (power boilers). Namun, ada juga yang menggabungkan kedua sistem boiler tersebut, yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk membangkitkan energi listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan tekanan-temperatur rendah dapat dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan bantuan heat recovery boiler.

1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain :
a.     Bagaimana sistem kerja boiler?
b.    Apa saja bagian-bagian utama penyusun boiler?
c.    Apa saja klasifikasi boiler?
d.    Parameter apa saja yang harus diperhatikan dalam pengoperasian boiler?


1.3  Tujuan dan Manfaat
Tujuan penulis menulis makalah ini yaitu :
a.    Menjelaskan sistem kerja boiler.
b.    Menjelaskan bagian-bagian utama penyusun boiler.
c.    Menjelaskan klasifilasi boiler.
d.   Menjelaskan parameter yang harus diperhatikan dalam pengoperasian boiler



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Boiler
Boiler merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menghasilkan steam
(uap) dalam berbagai keperluan. Air di dalam boiler dipanaskan oleh panas dari hasil pembakaran bahan bakar (sumber panas lainnya), sehingga terjadi perpindahan panas dari sumber panas tersebut ke air yang mengakibatkan air tersebut menjadi panas atau berubah wujud menjadi uap. Air yang lebih panas memiliki berat jenis yang lebih rendah dibanding dengan air yang lebih dingin, sehingga terjadi perubahan berat jenis air di dalam boiler. Air yang memiliki berat jenis yang lebih kecil akan naik, dan sebaliknya air yang memiliki berat jenis yang lebih tinggi akan turun ke dasar. (Djokosetyardjo,,M.J.1990).

2.2  Sistem Boiler
 Sistem boiler terdiri dari:
2.2.1        Sistem Air Umpan
Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan.
2.2.2        Sistem Steam
Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Air yang disuplai ke boiler untuk diubah menjadi steam disebut air umpan. Ada dua sumber air umpan:
1. Kondensat atau steam yang mengembun yang mengembun ke proses.
2. Air make up (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari luar ruang boiler ke plant proses.



2.2.3        Sistem Bahan Bakar
Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem.

2.3  Prinsip Kerja Boiler
Boiler atau  ketel uap adalah suatu perangkat mesin yang berfungsi untuk mengubah air menjadi uap. Proses perubahan air menjadi uap terjadi dengan memanaskan air yang berada didalam pipa-pipa dengan memanfaatkan panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Pembakaran dilakukan secara kontinyu didalam ruang bakar dengan mengalirkan bahan bakar dan udara dari luar. Uap yang dihasilkan boiler adalah uap superheat dengan tekanan dan temperatur yang tinggi. Jumlah produksi uap tergantung pada luas permukaan pemindah panas, laju aliran, dan panas pembakaran yang diberikan.


2.4  Bagian-Bagian Utama Penyusun Boiler
Adapun bagian utama yang menyusun Boiler adalah sebagai berikut :
1. Economizer
Berfungsi untuk memanaskan air setelah melewati High Pressure Heater. Pemanasan dilakukan dengan memanfaatkan panas dari flue gas yang merupakan sisa dari pembakaran dalam furnace.
Temperatur air yang keluar dari Economizer harus dibawah temperatur jenuhnya untuk mencegah terjadinya boiling dalam Economizer. Karena perpindahan panas yang terjadi dalam Economize rmerupakan konveksi, maka menaikkan luas permukaan akan mempermudah perpindahan panas ke air.Inilah sebabnya mengapa desain pipa Economizer dibuat bertingkat .

2. Superheater
Berfungsi untuk memanaskan uap dari Steam Drum menjadi uap panas
lanjut (main steam). Main steam digunakan untuk melakukan kerja dengan ekspansi dalam turbin.
Superheater memiliki lima bagian utama, yaitu :
1. Superheater (SH) Vertical Platens
2. SH Division Panel
3. Low Temperature SH Pendant
4. Low Temperature SH Horizontal
5. Back Pass and Roof

3. Reheater
Berfungsi untuk memanaskan kembali uap yang telah mengalami ekspansi dalam turbin.Uap keluaran turbin berupa cold steam sehingga perlu dipanaskan kembali dan dimasukkan kembali ke dalam Boiler .

4. Main Steam Drum
Fungsi utamanya adalah untuk memisahkan uap dari campuran air dan uap yang masuk ke steam drum .Selain itu juga berfungsi untuk mendistribusikan feed water,membuang kontaminan dari air boiler , menambahkan bahan kimia, dan mengeringkan uap setelah dipisahkan dari air. Uap berada pada bagian atas bejana dan air berada pada bagian bawah. Air dari Steam Drum disalurkan ke Evaporator dengan cara dipompa oleh BWCP.
Uap dan air dalam steam drum dipisahkan dengan tiga tahap,primary , secondary dan drying . Tahap primary dan secondary dilakukan oleh turbo separator dan plat yang berombak – ombak melakukan tahap drying.Fungsi utama dari alat pemisah ini adalah untuk memindahkan uap dari air boiler dan untuk mengurangi campuran yang terdapat dalam uap sebelum meninggalkan steam drum

5. Down Comer
Merupakan saluran air dari Steam Drum ke Header(Pengaman) yang berada di bawah ruang bakar dimana dari header butir – butir air panas akan dipanaskan melalui pipa – pipa yang tersusun di dinding furnace.Pada Down Comer bagian bawah terdapat suatu pompa yang disebut dengan Boiler Water Circulating Pump (BWCP) yang digunakan untuk mengatur sirkulasi air yang akan dipanaskan atau diuapkan.
6. Furnace
Merupakan ruang bakar yang pada dindingnya tersusun pipa – pipa.
7. Blow Down
Untuk mengontrol kualitas air serta mengurangi kandungan zat padat (Silika) dalam air sehingga tidak terbentuk kerak hangus pada furnace. Alat ini akan bekerja secara otomatis saat sensor menunjukkan kandungan silika dalam air melebihi standar. Ia akan membuang sebagian kecil air dari drum ( 1 % sampai 2 % dari tingkat penguapannya).

2.5  Klasifikasi Boiler
Boiler pada dasarnya terdiri dari lumbung (drum) yan tertutup pada ujung pangkalnya dan dalam perkembangannya dilengkapi dengan pipa api maupun pipa air. Banyak orang mengklsifikasikan boiler tergantung pada sudut pandang masing-masing. Pada makalah ini boiler diklasifikasikan dalam kelas yaitu :
2.5.1        Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa
Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa, maka boiler dikalsifikasikan sebagai :
a.       Boiler pipa api (fire tube boiler)
Pada boiler pipa api, fluida yang mengalir di dalam pia-pira (tube) adalah gas panas (hasil pembakaran) yang membawa energi panas, yang segera mentransfernya ke air ketel melalui bidang pemanas. Tujuan pipa-pipa api ini adalah untuk memudahkan distribusi panas kepada air ketel.
Pada ketel pipa api, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan ketel ada di dalam shell untuk dirubah menjadi steam. Ketel pipa api biadanya digunakan untuk kapasitas steam sampai 14.000 kg/jam dengan tekanan 18 kg/cm2. Ketel pipa api dapat menggunakan bahan bakar  minyak bakar, gas atau bahan bkar padat dalam operasinya.

b.      Boiler pipa air (water tube boiler)
Pada boiler pipa air, fluida yang mengalir dalam pipa adalah air, energi panas yang ditransfer berasal dari luar pipa (yaitu berasal dari ruang dapur/furnace) ke air ketel.
Pada ketel pipa air, air diumpankan boiler melalui pipa-pipa masuk kedalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakaran membentuk steam pad daerah uapdalam drum. Ketel ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus ketel untuk pembangkit tenaga. Ketel yang modern dirancang  dengan kapasitas steam antar 4.500 – 12.000 ton/jam, dengan tekanan sangat tingi. Banyak ketel pipa air yang dikontruksikan secara paket jika digunankan bahan bakar minyak bakar dan gas.

2.5.2        Berdasarkan pemakaiannya
Berdasarkan pemakaiannya, boiler dapat diklasifikasikan sebagai :
a.       Ketel stasioner (stationer boiler) atau boiler tetap.
Yang termasuk stasioner ialah boiler-boiler yang didudukan pada pondasi tetap seperti boiler untuk pembangkit tenaga listrik, untuk industri dan sebagainya.
b.      Boiler mobile atau disebut juga boiler portable.
Yang termasuk ketel mobil adalah ketel yang dipasang pada pondasi yang berpindah-pindah (mobil ), seperti boiler lokomotif, loko mobile dan ketel panjang serta lain yan sepertinya termasuk ketel kapal ( marine boiler ).

2.5.3        Berdasarkan letak dapur (furnace position)
Berdasarkan letak dapur (furnace position), boiler diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Boiler dengan pembakaran di dalam (internal fired steam bolier)
Dalam hal ini dapur berada (pembakaran terjadi) di bagian dalam boiler. Kebanyakan boiler pipa api memakai sistem ini.
b.      Boiler dengan pembakaran di luar (outernallyfired steam boiler)
Dalam hal ini dapur berada (pembakaran terjadi) di bagian luar boiler, kebanyakan boiler pipa air menggunakan sistem ini.

2.5.4        Menurut jumlah lorong (boiler tube)
Menurut jumlah lorong (boiler tube), boiler diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Boiler dengan lorong tunggal (single tube steam boiler).
Pada single tube steam boiler, hanya terdapat satu lorong saja, apakah itu lorong api atau saluran air saja. Cornish boiler adalah single fire tube boiler dan simple vertical boiler adalah single water tube boiler.
b.      Boiler dengan loron ganda (multi tubuler steam boiler).
Multi fire tube boiler misalnya boiler scotch dan multi water tube boiler misalnya boiler B dan W dan lain-lain.

2.5.5        Menurut sistem peredaran air boiler
Menurut sistem peredaran air, boiler diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Boiler dengan peredaran secara natural.
Pada boiler dengan perdaran secara natural air dalam boiler beredar/bersirkulasi secara alami, yaitu air yang ringan naik sedang air yang berat turun, sehingga terjadilah aliran konveksi alami. Umumnya Boiler beroperasi secara alami seperti boiler Lancarshire, Babcock & Wilcox dan lain-lain.
b.      Boiler dengan peredaran paksa
Pada boiler dengan sirkulasi paksa, aliran paksa diperoleh dari sebuah pompa centrifugal yang digerakkan dengan elektrik motor. Sistem aliran paksa biasanya dipakai pada boiler bertekanan tinggi.

     2.6  Parameter yang Harus Diperhatikan dalam Pengoperasian Boiler
Dalam pengoperasian boiler,ada beberapa parameter yang harus diperhatikan yaitu :
2.6.1        Aliran uap (Steam Flow )
Yaitu banyaknya uap yang harus dihasilkan boiler pada tingkat pengoperasian
tertentu. Pengoperasian pada MCR (Maximum Continous Rating) merupakan pengoperasian boiler pada tingkat aliran uap maksimum yang bisa dijalankan secara berkelanjutan.Jika melebihi tingkat ini bisa merusak peralatan ataupun meningkatkan biaya perawatan.
Control Load untuk beban penuh aliran uap sekitar 48% dan sekitar 47 % untuk aliran uap pada tingkat MCR. Control load merupakan titik dimana suhu uap utama maupun uap pemanasan ulang telah mencapai titik desain kerjanya ( kondisi stabil ).

2.6.2        Tekanan Boiler
Untuk mendapatkan energi yang sesuai dengan kebutuhan turbin agar dapt
menggerakkan generator,maka tekanan uap panas kering yang dihasilkan pun harus sesuai dengan kebutuhan beban.Dalam hal ini ,tekanan uap dapat diatur melalui reheater dan superheater.


2.6.3        Temperatur Uap
Dalam proses konversi wujud dari cair menjadi uap,air perlu dipanaskan dalam
furnace.Panas yang dihasilkan dari proses pembakaran dalam furnace tersebut juga harus diperhatikan agar suhu uap yang dihasilkan memenuhi standar yang ditentukan.Karena jika suhu uap kurang maka efisiensi akan turun tapi jika terlalu tinggi akan berpengaruh pada gas buangnya.

2.6.4        Efisiensi Boiler
Untuk melihat apakah desain suatu boiler telah tepat ditentukan oleh beberapa
faktor yang mempengaruhi,diantaranya kegunaan unit boiler itu sendiri yaitu apakah uap yang harus dihasilkan konstan atau bervariasi sesuai kebutuhan generator pembangkit listrik. Selanjutnya yang menentukan juga adalah jenis dan kualitas bahan bakar yang akan dibakar : apakah padat,cair atau gas.Seberapa banyak uap harus dihasilkan tiap jamnya apakah ratusan atau bahkan jutaan pon tiap jamnya juga perlu dipertimbangkan dalam desain.
Pembentukan uap yang dipengaruhi penyerapan panas harus memenuhi setidaknya komponen berikut ini :
- Tekanan kerja tiap bagian dari boiler,hal ini penting untuk distribusi dan pemenuhan kebutuhan sistem dalam proses pengubahan air menjadi uap.
- Struktur power plant yang tepat untuk tipe proses pembakaran yang dipilih.
- Ukuran yang tepat dan pengaturan permukaan perpindahan panas untuk penyerapan panas saat   
  proses pembakaran.
-Perlengkapan yang dibutuhkan selama proses .Alat untuk memasukkan udara, bahan bakar dan mengalirkan air.Piranti untuk memindahkan hasil pembakaran dan sistem pengendalian proses.
Permukaan penyerapam panas boiler dirancang untuk efisiensi dan biaya yang optimum agar empat tujuan dasar boiler tercapai yaitu :
a. Uap kering yang dihasilkan memilki tingkat kemurnian yang tinggi dalam keadaan apapun.
b. Pemanasan super terhadap uap kering sementara menjaga suhu tidak melebihi dari kondisi operasional boiler.
            c. Pemanasan ulang terhadap uap yang tekanannya turun untuk digunakan kembali oleh turbin sementara menjaga suhu tidak melebihi dari kondisi operasional boiler.
            d.  Mengurangi suhu gas buang untuk meminimalkan rugi-rugi panas , mengendalikan korosi dan menghasilkan emisi yang tidak melebihi ketentuan.
Efisiensi termal adalah indikator seberapa baik kemampuan input panas boiler untuk menghasilkan uap pada suhu dan tekanan yang diminta. Adanya prinsip ekonomi dan biaya bahan bakar membuat powerplant harus beroperasi seefisien mungkin. Unit 5 dan 6 didesain dengan efisiensi 92,5 – 93,5 % tergantung kondisi operasional boiler ,pada MCR ,normal full load atau pada control load conditions. Untuk membandingkan performance boiler pada kondisi sekarang dengan kondisi desain awal nya ada tiga parameter yang bisa diperiksa.

     a.      Fuel analysis
Analisa ini dilakukan untuk mengatuhi kandungan oksigen ,hidrogen dan karbon yang terdapat dalam bahan bakar yang digunakan.Karena kualitas bahan bakar dulu dengan sekarang bisa sangat berbeda.Perbedaan ini berpengaruh terhadap kebutuhan udara dan panas yang dilepaskan di ruang bakar ,begitu juga dengan massa aliran gas buang yang meninggalkan ruang bakar.

    b.       Feedwater temperature
Perubahan suhu air yang masuk ke boiler menentukan tingkat pembakaran yang diperlukan di furnace ,lebih lanjut akan mempengaruhi panas yang dihasilkan dan banyaknya massa aliran.
  
     c.        Excess Air
Banyaknya udara yang masuk ruang bakar berpengaruh terhadap jumlah panas yang dibawa dari furnace ( dry gas loss ) , banyaknya udara yang keluar merupakan faktor penting untuk menghitung efisiensi boiler.
  
     2.7  Masalah – Masalah Pada Boiler
Suatu boiler atau pembangkit uap yang dioperasikan tanpa kondisi air
yang baik , cepat atau lambat akan menimbulkan masalah-masalah yang berkaitan dengan kinerja dan kualitas dari sistem pembangkit uap. Banyak masalah-masalah yang ditimbulkan akibat dari kurangnya penanganan dan perhatian khusus terhadap penggunaan air umpan boiler.
Akibat dari kurangnya penanganan terhadap air umpan boiler akan menimbulkan masalah-masalah sebagai berikut :
a. Pembentukan kerak
Terbentuk kerak pada dinding boiler terjadi akibat adanya mineral-mineral
pembentukan kerak, misalnya ion-ion kesadahan seperti Ca2+ dan Mg2+ dan akibat pengaruh gas penguapan. Diamping itu pula dapat disebabkan oleh mekanisme pemekatan didalam boiler karena adanya pemanasan. Jenis-jenis kerak yang umum dalam boiler adalah kalsium sulfat, senyawa silikat dan karbonat. Zat-zat dapat membentuk kerak yang keras dan padat sehingga bila lama penanganannya akan sulit sekali untuk dihilangkan. Silika diendapkan bersama dengan kalsium dan magnesium sehingga membuat kerak semakin keras dan semakin sulit untuk dihilangkan. (Gaffert,Gustaf A. 1974 ).
Kerak yang menyelimuti permukaan boiler berpengaruh terhadap perpindahan panas permukaan dan menunjukkan dua akibat utama yaitu berkurangnya panas yang dipindahkan dari dapur ke air yang mengakibatkan meningkatkan temperatur disekitar dapur, dan menurunnya efisiensi boiler.
Untuk mengurangi terjadinya pembentukan kerak pada boiler dapat dilakukan pencegahan-pencegahan sebagai berikut :
- Mengurangi jumlah mineral dengan unit softener
- Melakukan blowdown secara teratur jumlahnya
- Memberikan bahan kimia anti kerak

b.  Peristiwa Korosi
Korosi dapat disebabkan oleh oksigen dan karbon dioksida yang terdapat
dalam uap yang terkondensasi. Korosi merupakan peristiwa logam kembali kebentuk asalnya di alam misalnya besi menjadi oksida besi, alumunium dan lain-lain. Peristiwa korosi dapat terjadi disebabkan oleh :
- Gas-gas yang bersifat korosif seperti O2, CO2, H2S
- Kerak dan deposit
- Perbedaan logam ( korosi galvanis )
- pH yang terlalu rendah dan lain-lain
Jenis korosi yang dijumpai pada boiler dan sistem uap adalah general corrosion, pitting ( terbentuknya lubang ) dan embrittlement ( peretakan baja ). Adanya gas yang terlarut, oksigen dan karbon dioksida pada air umpan boiler adalah penyebab utama general corrosion dan pitting corrosion ( tipe oksigen elektro kimia dan diffrensial ). Kelarutan gas-gas ini di dalam air umpan boiler menurun jika suhu naik. Kebanyakan oksigen akan memisah pada ruang uap, tetapi sejumlah kecil residu akan tertinggal dalam larutan atau terperangkap pada kantong-kantong atau dibawah deposit, hal ini dapat menyebabkan korosi pada logam-logam boiler. Karena itu penting untuk melakukan proses deoksigenasi air boiler.
Untuk mengurangi terjadinya peristiwa korosi dapat dilakukan pencegahan sebagai berikut :
- Mengurangi gas-gas yang bersifat korosif
- Mencegah terbentuknya kerak dan deposit dalam boiler
- Mencegah korosi galvanis
- Menggunakan zat yang dapat menghambat peristiwa korosif
- Mengatur pH dan alkalinitas air boiler dan lain-lain

c. Peristiwa Pembentukan Deposit
Deposit merupakan peristiwa penggumpalan zat dalam air umpan boiler yang disebabkan oleh adanya zat padat tersuspensi misalnya oksida besi, oksida tembaga dan lain-lain. Peristiwa ini dapat juga disebabkan oleh kontaminsi uap dari produk hasil proses produksi. Sumber deposit didalam air seperti garam-garam yang terlarut dan zat-zat yang tersuspensi didalam air umpan boiler. Pemanasan dan dengan adanya zat tersuspensi dalam air pada boiler menyebabkan mengendapnya sejumlah muatan yang menurunkan daya kelarutan , jika temperaturnya dinaikkan. Hal ini menjelaskan mengapa kerak dan sludge (lumpur) terbentuk. Kerak merupakan bentuk deposit-deposit yang tetap berada pada permukaan boiler sedangkan sludge merupakan bentuk deposit-deposit yang tidak menetap atau deposit lunak. ( Milton, J.H. 1990 )
Pencegahan – pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya peristiwa deposit dapat dilakukan diantaranya :
- Meminimalisasi masuknya mineral-mineral yang dapat menyebabkan deposit seperti oksida besi, oksida tembaga dan lain – lain
- Mencegah korosi pada sistem kondensat dengan proses netralisasi ( mengatur pH 8,2 – 9,2 ) dapat juga dilakukan dengan mencegah terjadinya kebocoran udara pada sistem kondensat.
- Mencegah kontaminasi uap selanjutnya menggunakan bahan kimia untuk mendispersikan mineral-mineral penyebab deposit.

d.        d.  Kontaminasi Uap
Ketika air boiler mengandung garam terlarut dan zat tersuspensi dengan
konsentrasi yang tinggi, ada kecendrungan baginya untuk membentuk busa secara berlebihan sehingga dapat menyebabkan steam carryover zat-zat padat dan cairan pengotor kedalam uap.
Steam carryover terjadi jika mineral-mineral dari boiler ikut keluar bersama dengan uap ke alat-alat seperti superheater, turbin, dan lain-lain. Kontaminasi-kontaminasi ini dapat diendapkan kembali pada sistem uap atau zat-zat itu akan mengontaminasi proses atau material-material yang diperlukan steam. ( Naibaho, P.M. 1996 ).
Steam carryover dapat dihindari dengan menahan zat-zat padat terlarut pada air boiler dibawah tingkat tertentu melalui suatu analisa sistematis dan kontrol pada pemberian zat-zat kimia dan blowdown. Carryover karbon dioksida dapat mengembalikan uap dan asam-asam terkondensasi.


Tidak hanya "Nilai Akuntabilitas" (lihat postingan saya sebelum ini) yang harus dimiliki oleh seorang ASN, tetapi juga ada nilai yang namanya "Pelayanan Publik".



Pelayanan Publik adalah salah satu bentuk pelayanan sebagai penyelenggara layanan.
Segala bentuk pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat dan di daerah.
Kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan berdasarkan UU dalam bentuk barang, jasa administratif.

Dalam melaksanakan nilai ini, tentunya kira harus melakukan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat, tetapi ada tantangan dalam pelayanan publik itu sendiri , diantaranya:
a. Tidak nyaman
b. Standar pelayanan : produk, mutu, waktu, biaya, prosedur dll
c. Adanya pungutan liar
d. Adanya calo

Unsur Pelayanan Publik :
- Organisasi layanan
- Penerima layanan
- Kepuasan Pelayanan

Penyelenggara an Pelayanan terbagi menjadi 2 , yaitu :
1. Publik ,, yaitu meliputi pemerintah dan swasta
2. Privat ,, yaitu hanya meliputi swasta

Prinsip Pelayanan Publik :
- partisipatif
- transparansi
- responsif
- tidak diskriminatif
- mudah dan murah
- efektif dan efisien
- aksesibel
- akuntabel
- berkeadilan

Until mencapai itu semua ,, ada yang baiknya diubaj dalam reformasi/revolusi , yaitu :
a. Cara pandang : dimana until melihat masalah yang dihadapi,
b. Cara pikir : untuk menemukan inovasi until menyelesaikan masalah,
c. Attitude : bagaimana cara until menyelesaikan masalah,
d. Cara kerja.

Dari jabaran diatas bisa dilihat bahwa pelayanan publik harus diselenggarakan,, dimana dasarnya yaitu :
a. Hak warga negara sebagai amanat konstitusi.
b. Diselenggarakan dengan pajak yang dibayarkan warga negara.
c. Tujuan untuk mencapai

Kali ini saya akan membahas tentang "Nilai Akuntabilitas" . Mungkin segelintir orang ada yang asing dengan nilai ini,, nilai ini merupakan salah satu Nilai-Nilai dasar ASN (Aparatur Sipil Negara).
Yuk,, Kita langsung aja ....



Akuntabilitas adalah merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok/institusi until memenuhi tanggung Jawab yang menjadi amanahnya.
5 Aspek penting dalam akuntabilitas :
a. Sebuah hubungan
b. Berorientasi pada hasilnya
c. Membutuhkan adanya laporan
d. Memerlukan konsekuensi
e. Memperbaiki kinerja

Sedangkan tingkatan dalam akuntabilitas ,, yaitu :
1. Akuntabilitas Stakeholder (Orang yang terkait/terkena dampaknya)
2. Akuntabilitas organisasi
3. Akutanbilitas kelompok
4. Akuntabilitas individu
5. Akuntabilitas personal

Pemgembangan mekanisme akuntabilitas :
a. Kejelasan tugas dan peran
b. Hasil akhir yang spesifik
c. Proses yang transparan
d. Keberhasilan kinerja
e. Komunikasi dan inspeksi publik

Dimensi mekanisme akuntabilitas :
a. Akuntabilitas kejujuran dan hukum
b. Akuntabilitas proses
c. Akuntabilitas program
d. Akuntabilitas kebijakan
e. Akuntabilitas financial

Kemudian , saya akan memberi tahu bagaimana langkah-langkah menciptakan framework akuntabilitas ....
1. Menentukan tujuan dan tanggung jawab.
2. Rencanakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan.
3. Lakukan implementasi monitoring kemajuan.
4. Berikan laporan secara lengkap.
5. Berikan evaluasi dan masukkan perbaikan.

Akuntabilitas dalam konteks :
- fraud dan perilaku korup
- penggunaan sumber daya milik negara
- transparansi dan akses informasi
- penyimpanan dan penggunaan data dan informasi pemerintah
- konflik kepentingan

Nilai-Nilai dasar akuntabilitas dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel...
Kepemimpinan > Transparan > Integritas > Tanggung Jawab > Keadilan > Kepercayaan > Keseimbangan > Kejelasan (indikasinya) > Konsistensi


Berhubung di Indonesia sekarang sedang marak-maraknya wabah “Demam Berdarah” alias DBD. Maka hari ini saya akan mencoba berbagai pengetahuan tentang Demam Berdarah itu sendiri, mengingat efek dari DBD ini bisa berdampak sampai kematian.




Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam berdarah ringan dapat menyebabkan demam tinggi, ruam, nyeri otot dan sendi. DBD dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang infektif oleh virus Dengue. Dikarenakan adanya gigitan nyamuk ini, maka kita perlu memperhatikan lingkungan kita. Sebagaimana, jika lingkungan kita kotor , maka nyamuk tersebut dapat berkembang biak dengan baik. Anak-anak lebih rentan untuk terkena DBD, dikarenakan oleh faktor imunitas yang relatif rendah dibandingkan orang dewasa. Tetapi, DBD juga dapat menyerang orang dewasa maupun lansia.

Selain itu, kerentanan tubuh terhadap virus Dengue tidak dapat dibedakan antara laki-laki dengan perempuan. Tidak semua orang yang telah digigit nyamuk yang terdapat virus Dengue  di dalam tubuhnya akan jatuh sakit DBD. Hal ini bergantung dari sistem kekebalan tubuh yang dimiliki oleh orang tersebut (Hairani,2009)

DBD dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang infektif oleh virus Dengue. Dikarenakan adanya gigitan nyamuk ini, maka kita perlu memperhatikan lingkungan kita. Sebagaimana, jika lingkungan kita kotor , maka nyamuk tersebut dapat berkembang biak dengan baik.

Dalam pencegahan DBD, ada beberapa program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M, dimana cara ini yang sudah kita kenal sejak lama.  Cara ini harus dilakukan secara berkelanjutan terutama saat cuaca sedang hujan. Adapun pencegahan tersebut atau  3M , yaitu:
      a.    Menguras
yaitu  membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain .
     b.     Menutup
 yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya
    c.    Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki  potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.


Tidak ada metode khusus untuk menangani demam berdarah. Pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi virus semakin memburuk. Dokter akan menganjurkan pasien melakukan beberapa hal berikut:
              a. Minum banyak cairan dan istirahat yang cukup.
  1. Mengonsumsi obat penurun panas, untuk meredakan demam. Namun hindari aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Next postingan , guys.

Hari ini sepertinya saya akan membahas beberapa penyakit. Setelah dipsotingan sebelumnya, saya membahas tentang hepatitis, sekarang saya akan membahas tentang "Diare".

Penyakit Diare merupakan masalah global yang menjadi penyebab kematian pada anak nomor dua setelah pneumonia. Berdasarkan data, hampir sembilan juta anak usia di bawah lima tahun meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.
Kalian terkejut bukan ? saya juga termasuk orang yang terkejut ketika tahu tentang fakta diatas. Diare yang selama ini kita anggap sebagai hal sepele, ternyata bisa menyebabkan kematian. Ternyata hal ini terjadi disebabkan oleh dehidrasi berat dan kehilangan cairan saat mengalami diare.

Baiklah kita akan masuk pembahasan ...





Jenis-jenis diare :
1.                   Diare Akut
Merupakan diare yang disebabkan oleh virus yang disebut Rotaviru yang ditandai dengan buang air besar lembek/cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya biasanya (3kali atau lebih dalam sehari) dan berlangsung kurang dari 14 hari. Diare Rotavirus ini merupakan virus usus patogen yang menduduki urutan pertama sebagai penyebab diare akut pada anak-anak.
2.      Diare Bermasalah
Merupakan yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi. Penularan secara fecal-oral, kontak dari orang ke orang atau kontak orang dengan alat rumah tangga. Diarae ini umumnya diawali oleh diare cair kemudian pada hari kedua atau ketiga baru muncul darah, dengan maupun tanpa lendir, sakit perut yang diikuti munculnya tenesmus panas disertai hilangnya nafsu makan dan badan terasa lemah.

3.      Diare Persisten
Merupakan diare akut yang menetap, dimana titik sentral patogenesis diare persisten adalah keruskan mukosa usus. Penyebab diare persisten sama dengan diare akut.


Faktor Penyebab diare
1.                  Host 
a.  Daya tahan tubuh terhadap penyakit
Apabila daya tahan tubuh host baik maka virus tidak dapat masuk ke dalam tubuh, apabila daya tahan tubuh jelek dan host tidak memelihara personal hygiene yang baik maka virus dengan mudah akan masuk ke dalam tubuh host.

b.    Umur
Kebanyakan diare menyerang anak-anak karena daya tahan tubuh anak-anak masih lemah dibandingkan orang dewasa juga anak-anak masih belum bisa menjaga personal hygienenya.

c.    Jenis kelamin
Jenis kelamin laki-laki mendominasi angka kejadian diare sekitar 86,8% dan jumlahnya lebih banyak dari perempuan yang terkena diare sekitar 21% hal ini dikarenakan laki-laki kurang bisa menjaga personal hygiene yang baik.

d.    Adat kebiasaan
  Apabila kebiasaan sehari-hari personal hygienenya seseorang tidak baik maka virus lebih mudah       akan masuk ke dalam tubuh.

2.      Agent
a.       Golongan biologi
Virus : Retovirus, E.Coli, Shigella dan Salmonella, Virus Colerae
b.      Golongan fisik
Diare disebabkan juga karena adanya infeksi pada usus

3.      Environment
a.  Lingkungan fisik
   Keadaan lingkungan yang memiliki struktur cuaca yang kering dan struktur geografis kurang baik lebih sering akan terkena diare dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pengeloaan pada lingkungan.
b.     Lingkungan non fisik
    Lingkungan dengan sosial ekonomi rendah serta adat kebiasaan yang kurang baik atau perilaku yang kurang baik dalam memelihara personal hygiene dan sanitasi makanan sangat berpotensial terjadinya diare.
c.     Lingkungan biologis
   Lingkungan yang dekat dengan hewan-hewan peliharaan yang kurang terjaga kebersihannya,  seperti kotoran binatang maka virus dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh karena virus dari diare dapat dibawa oleh kuman reservior.
d.   Air yang tercemar dengan tinja
e.    Tidak terdapat peyediaan air bersih
f.  Sanitasi yang buruk

Assalamualaikum semuanya...


Hari ini saya akan berbagi mengenai "Hepatitis".

Saya yakin, hampir seuma orang tau tentang penyakit ini. Disini saya akan sedikit membahas tentang sejarah dan penyebabnya. Sebelumnya saya akan memberikan pengertian tentang Hepatitis. 
Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Ada 5 jenis virus hepatitis: A, B, C, D, dan E. Karakteristik dari masing-masing jenis ini berbeda, maka dari itu gejala dan pengobatannya juga beragam.







1. Sejarah Hepatitis
   Hepatitis diyakini merupakan jenis virus dari periode sebelumnya dimana penyakit tersebut akan berpengaruh pada fungsi organ hati dan menyebabkan kulit jadi menguning atau jaundice dengan menimbulkan gejala penyakit kuning. Sejarah penyakit hepatitis terjadi antara tahun 1800 sampai awal 1900 dimana sepasang varietas sudah di identifikasi sebagai semacam serum atau semacam virus.
     Pada tahun 1963, terdapat terobosan signifikan yang berhasil di identifikasi sebuah virus yakni hepatitis B [HBV]. Sesudah 10 tahun kemudian, ditemukan juga penyakit hepatitis menular lainnya dimana merupakan endemik [HAV] dan pada tahun 1989 ditemukan virus hepatitis C [HVC]. Sedangkan hepatitis D [HDV] sudah terjadi sejak tahun 1990. Pada tahun 1990 juga ditemukan virus hepatitis E [HEV] dan pada tahun 1995 ditemukan hepatitis G [HGV] yang sudah diidentifikasi, sedangkan untuk virus hepatitis f [HFV] serata virus transmisi [TTV] juga diperkirakan namun tidak terbukti dengan baik.
     
Jenis hepatitis yang banyak diketahui orang-orang adalah hepatitisa A dan hepatitis B, maka dari itu saya akan menjelaskan sedikit mengenai sejarah hepatitis A dan hepatitis B.

A. Hepatitis A
   Sejarah penyakit hepatitis A sudah ditemukan sejak ribuan tahun yang lalu dan dikenal sebagai penyakit kuning yakni pada abad ke-5 SM di Babilonia yang terlihat dari gejala penyakit hepatitis A. Hipocrates yang merupakan seorang tabib Yunani pada tahun 460 menemukan jika penyakit kuning tersebut merupakan penyakit menular. Di tahun 752, Paus Zaccharias menemukan jika beberapa bentuk penyakit kuning yang infeksius bisa menular sehingga dinamakan dengan icterus infectiosa. Semenjak antara tahun 1820 hingga 1892, sudah lebih dari 50 epidemi hepatitis A tercatat di wilayah Eropa yang kemungkinan besar terjadi pada masa peperangan. Pada tahun 1912, Cockayne menamakan hepatitis infectiosa tersebut untuk membentuk penyakit kuning yang menular yang mengganggu fungsi hati sebagai alat ekskresi. Pada tahun 1923, Blummer berhasil meringkas secara sempurna penyakit tersebut berdasarkan analisa dari 63 epidemic jaundice di Amerika Serikat antara tahun 1912 sampai 1923. Sedangkan dalam observasi berikutnya terdapat eksistensi 2 bentuk utama virus hepatitis yakni enfectious hepatitis dan juga serum hepatitis.

 B. Sejarah Hepatitis B
      Sejarah penyakit hepatitis B yang merupakan salah satu penyakit hepatitis paling berbahaya yang merupakan mikro organisme terkecil ini bisa melewati saringan kuman dan oleh Beijerinck dinamakan dengan contagium vivum fluidum. Virus ini juga memiliki tropisma tertentu, virus neurotropik, virus pneumotropik, virus dermatotropik, virus viscerretropik dan juga virus pantritropik. Virus ini merupakan jenis mikroorganisme paling kecil yang pernah ditemukan dan umumnya tidak bisa dilihat dengan memakai mikroskop biasa kecuali poxvirus. Ukuran virus ini beragam sekitar 300 x 250 x 100 nm sampai parvoirus yang kira – kira berdiameter 20 nm. Viru ini menjadi penyebab dari penyakit pada manusia dan juga hewan yang bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain dan berlangsung secara cepat.

2. Penyebab Hepatitis
Penyakit hepatitis paling sering disebabkan oleh virus, adapun penyebab dan cara penularannya adalah sebagai berikut.
a.      Hepatitis A virus (HAV) menyebar melalui tinja orang yang terinfeksi dan yang paling sering ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. Perilaku seksual tertentu juga dapat menyebabkan penularan.
b.   Hepatitis B virus (HBV) ditularkan melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi, air mani, dan cairan tubuh lainnya. HBV dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayi pada saat lahir. Penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan produk darah yang terkontaminasi, suntikan yang terkontaminasi selama prosedur medis, dan melalui penggunaan suntikan narkoba berganti-gantian.
c.   Hepatitis C virus (HCV) sebagian besar ditularkan melalui paparan darah dan seperti paa penularan hepatitis B.
d.     Hepatitis D Virus (HDV) infeksi hanya menyerang pada mereka yang terinfeksi HBV. Infeksi ganda HDV dan HBV dapat mengakibatkan penyakit yang lebih serius dan hasil yang lebih buruk.
e.    Hepatitis E virus (HEV) sebagian besar ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. HEV merupakan penyebab umum dari wabah hepatitis




3. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penyakit Hepatitis

a.            Lingkungan Fisik.
Faktor ini dapat berupa : Septik tank yang digunakan, dan juga kebersihan sanitasi makanan dan minuman (tidak mengandung kuman dan bakteri serta tidak mengandung bahan yang berbahaya).
b.            Cara penanganan makanan yang baik.
Pemilihan bahan baku makanan juga sangat penting misalnya makanan tersebut harus bersih dan segar.
c.             Kebersihan Air Minum
Air minum yang sehat mempunyai berbagai syarat seperti : jernih, tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa dan bebas dari kuman, oleh karena air juga merupakan tempat pembiakan kuman tertentu.
d.            Sumber Mata Air
Adapun yang dimaksud dengan penyehatan air adalah pengamanan dan penetapan kualitas air untuk berbagai kebutuhan dan kehidupan manusia, dalam kaitannya dengan hal tersebut selayaknya air bersih yang digunakan selain memenuhi syarat kualitas untuk kebutuhan kesehatan.
e.      Faktor pelayanan kesehatan Medical Care Service) juga mempengaruhi tinggi rendahnya derajat kesehatan.

Untuk point c dan d tentang air minum, bisa dibuka kembali di potingan saya sebelum-sebelumnya yang pernah membahas tentang “Karakteristik Air”.

Semoga bisa bermanfaat J



Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN
Kali ini saya akan sharing tentang pengalaman saya mengenai test-test di BUMN, salah satunya di PLN. Tapi banyak juga perusahaan yang lain juga menggunakan soal yang sama seperti dibawah ini.
Saya akan membagikan beberapa contoh saja.

     1. Test Hapalan Abjad
 A    = Arca
 B = Beruang
 C = Cangkul
 D = Dahlia
 E = Elang
 F = Flamboyan
 G = Gamelan
 H = Harimau
 I = Itik
 J = Jarum
 K = Kikir
 L = Laret
 M = Melati / Musang

 N = Nuri
 O = Opera
 P = Palu
 Q = Quintet
 R = Rusa
 S = Soka
 T = Tekukur
 U = 
 V = Violet
 W = Wajan
 X = Xena
 Y = Yasmin
 Z = Zebra

2    2.  Deret Aritmatika

4 8 12 16 20 24 28 32
17 22 27 32 37 42 47 52
1 2 4 8 16 32 64 128
21 19 17 15 13 11 9 7
12 1 9 1 6 1 3 1
10 10 7 7 4 4 1 1
16 8 4 2 1 ½ ¼ 1/8
1/3  1 3 9 27 81 243 729
65 58 51 44 37 30 23 16 10
      
        Ungkapan Makna”

a.       INTAN – GULA =  KRISTAL
b.      ATAS – BAWAH =  BATAS
c.       PERMINTAAN – PENAWARAN =  PASAR
d.      EMBER – WAJAN =  WADAH
e.      KACAMATA – KAMERA =  LENSA
f.        LAMBUNG – USUS =  SISTEM PENCERNAAN
g.       MATA – MULUT =  ALAT INDERA


     4. Kemampuan Verbal
a.       Berapakah jumlah 47 orang dan 9 orang ? => 56 Orang
b.      Jika 6 orang harus membagi 480 rupiah. Berapa rupiah yang diperoleh oleh masingmasing ? => 80 Rupiah
c.       Berapa jam yang ditempuh oleh sebuah kereta api dengan kecepatan  70 kilometer sejam dan panjang jalan itu 350 Km ? => 5 Jam
d.      Kalau saya  berjalan kemuka 8 Meter dan mundur lagi 4 Meter, berapa jauh saya dari titik semula ? => 4 Meter
e.      Berapa batang rokok dapat saudara beli dengan uang 160 rupiah, kalau dengan uang 40 rupiah anda dapat 3 batang ? => 12 Batang
f.        Kalau saudara mendapat Uang Rp. 250,- dalam satu jam. Berapa upahnya dalam 7 jam ? => Rp. 1.750,-
g.       Amat mempunyai Rp. 19.000,-. Ia menerima lagi  Rp. 7.500,- dan mengeluarkan Rp. 13.000,- Berapakah uang amat sekarang ? => Rp. 13.500,-
h.      Sebuah bak persegi panjang, panjangnya 4 Meter dan Lebarnya 3 Meter , isi bak itu 40 Meter kubik. Berapakah dalamnyua bak itu ? => 3,33 Meter
i.         Seorang petani membeli beberapa ekor anak kambing dengan harga Rp. 8.000,- ia jual dengan harga Rp. 7.500,- dan mendapat keuntungan 300 rupiah untuk tiap ekor anak kambing. Berapa ekor anak kambing yang ia beli ? => 5 Ekor kambing
j.        Seorang pengendara sepeda motor menempuh jarak 500 Km dalam waktu 5 Hari. Hari yang pertama ia menempuh jarak 90 Km. Hari yang ke 2 yaitu 75 Km. Hari ke 3 yaitu 120 Km dan hari ke empat yaitu 30 Km. Berapa Km yang di tempuh pada hari kelima ? => 185 Km.

        5. INTELEGENSI UMUM (Analogi Verbal)

a.       Nuri : Burung = Sepat : ...............  a. Mangkuk b. Ikan c. Aquarium d. Marah
b.      Panas : Dingin = Suka : ...............  a. Bekerja b. Tertawa c. Duka d. Getir
c.       Putera : Puteri = Dewa : ...............  a.Bidadari b. Kayangan c. Dewi d. Resi
d.      Kapten : Kapal = Pilot ; ...............  a. Udara b. Cepat c. Pemboman d. Kapal Terbang
e.      Wanita : Kebaya = Pria : ...............  a. Sepatu b. Baju c. Topi d. Jas
f.        Makan : Gemuk = Kelaparan : ...............  a. Makan b. Kurus c. Mati d. Dahaga
g.       Mobil : Bensin = Kereta : ...............  a. Perlahan-lahan b. Kusir c. Mengendarai d. Kuda
h.      Gerobak : Roda = Kacamata : ...............  a. Lensa b. Hidung c. Melihat d. Teropong
i.         Siang : Matahari = Malam : ...............  a. Gelap b. Bintang c. Jauh d. Tidur
j.        Menjahit : Jarum = Menebang : ...............  a. Pisau b. Daging c. Pohon d. Kampak

  
   6. Pengetahuan Umum
a.       lawan Hemat adalah       a. Pantas b. Kikir c. Royal d. Berharga e. Kaya 
b.      ....................  Tidak ada sangkut pautnya denga hawa / cuaca       a. Taufan b. Badai
c. Hujan d. Gempa bumi e. Kabut 
c.       Kota ...................... menghasilkan semen       a. Jakarta b. Bogor c. Padang d. Manado
e. Medan 
d.      Pengaruh seorang terhadap manusia harusnya tergantung dari .....................      
a. Kekuasaan   b. Kemampuan rasionil  c. Kekayaan   d. Kemasyuran   e. Kebijaksanaan 
e.       Tinggi seorang laki-laki Indonesia rata-rata adalah .....................       a. 170 cm b. 150 cm c. 145 cm d. 140 cm e. 165 cm 
f.        Tinggi anak-anak unur 10 Tahun rata-rata .....................        a. 155 cm b.150 cm c. 145 cm d. 140 cm e. 135 cm 
g.       Lawan kata dari “Kesetiaan” adalah .....................       a. Kecintaan b. Kebencian c. Persahabatan d. Pengkhianatan e. Permusuhan  8. Seseorang yang meragukan akan kemajuan disebut .....................       a. Demokratis      b. Radikal c. Liberal d. Konservatif
e. Progersif 
h.      Seorang ayah ..................... lebih berpengalaman dari anaknya       a. Selalu b. Biasanya
c. Jauh d. jarang   e. Secara Prinsipil 
i.         Kuda selalu mempunyai .....................       a. Kandang   b. Tapak Kuda    c. Pelana  d. Kuku e. Gigi Taring  11

       7. TEST X  “PAULI TEST”

 Urutkan Menghitung dengan menjumlahkan dari atas kebawah dengan mengambil angka satuannya saja. 

2 5 5 4 2 6 9 7 2 2 1 2 2 3 1 4 5 8 7 8
9 6 3 6 6 5 4 7 6 6 3 6 5 6 3 3 6 9 8 7
5 4 8 4 2 3 5 4 3 4 5 6 3 3 5 1 2 2 3 3
1 8 6 6 2 5 5 5 2 6 5 8 6 3 2 1 0 2 5 8
7 8 9 6 5 2 1 8 4 6 3 2 0 1 o 3 6 5 2 1
3 5 2 3 2 3 3 8 5 6 5 8 7 9 6 3 2 1 5 3
0 1 8 4 0 9 2 2 4 6 9 3 2 0 5 8 2 5 4 6
3 0 2 5 6 3 2 3 5 5 2 3 7 0 5 2 3 2 3 8
3 4 0 3 6 6 9 2 3 6 9 6 2 1 4 8 7 8 9 6
3 2 0 1 4 5 8 7 9 6 3 2 0 1 4 5 6 2 1 5
0 2 3 6 9 8 6 5 2 0 3 6 5 4 7 6 3 3 2 6
9 8 5 6 2 3 5 1 2 3 2 0 1 2 5 5 6 6 3 1
5 4 5 5 2 6 9 8 5 4 7 8 6 3 2 0 1 4 2 5
8 6 3 6 9 7 3 3 2 1 2 3 6 5 2 3 3 2 2 2
2 5 5 4 2 6 9 7 2 2 1 2 2 3 1 4 5 8 7 8
9 6 3 6 6 5 4 7 6 6 3 6 5 6 3 3 6 9 8 7
Newer Posts Older Posts Home

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
  • Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN
  • Perjuangan yang Melelahkan dan Sia-Sia
  • Proses Pembuatan Ammonia PUSRI-IV
  • Moments yang Terangkai Selama 3 Tahun Terakhir
  • Hydrogen Peroxide (Hidrogen Peroksida)
  • Say No to Stingy (Pelit)
  • Ibu
  • Sahabat-Sahabatku
  • Pemandian dan Pelepasan Mahasiswa/ i Teknik Kimia Polsri Angkatan 2012

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger

About Me

My Photo
Zefrina Destrina
Menurut saya sebuah keputusan merupakan satu langkah untuk memulai suatu cerita di dalam kehidupan. Blogger ini berisi semua ilmu dan pengalaman yang bisa saya bagikan untuk menambah wawasan bagi para pembaca.
View my complete profile

@way2themes

Subscribe To

Posts
Atom
Posts
All Comments
Atom
All Comments

Followers

Arsip Blog

  • ▼ 2025 (1)
    • ▼ September (1)
      • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
  • ► 2020 (3)
    • ► July (1)
    • ► May (1)
    • ► April (1)
  • ► 2019 (17)
    • ► November (1)
    • ► April (1)
    • ► March (15)
  • ► 2018 (3)
    • ► July (2)
    • ► June (1)
  • ► 2017 (3)
    • ► November (3)
  • ► 2016 (13)
    • ► June (1)
    • ► March (1)
    • ► February (9)
    • ► January (2)
  • ► 2015 (29)
    • ► September (1)
    • ► August (6)
    • ► July (5)
    • ► March (4)
    • ► February (4)
    • ► January (9)
  • ► 2014 (38)
    • ► December (7)
    • ► November (7)
    • ► October (1)
    • ► September (1)
    • ► June (4)
    • ► May (3)
    • ► April (6)
    • ► March (5)
    • ► February (4)
  • ► 2013 (32)
    • ► December (1)
    • ► July (2)
    • ► June (1)
    • ► May (6)
    • ► March (1)
    • ► February (1)
    • ► January (20)

Search This Blog

Popular

  • Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN
    Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN Kali ini saya akan sharing tentang pengalaman saya mengenai test-test di BUMN, salah satunya di PLN. Tap...
  • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
      Hai readers blogku .. Ngga kerasa waktu begitu cepat banget berlalunya ya. Malam ini (aku nulisnya malam tapi baru dipost pagi hari), aku ...
  • Bahasa Inggris Alat-Alat Laboratorium Kimia
    Bahasa Inggris Alat-Alat Laboratorium Kimia
    Kali ini saya akan berbagi mengenai istilah-istilah yang akan ditemui di bidang Teknik Kimia, terutama dibagian Laboratory . Pada pembaha...
  • Laporan Praktikum Kimia Analitik Instrumen
    SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM 1.       Tujuan Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan mampu : ·          Mengguna...
  • Sahabat-Sahabatku
    Sahabat-Sahabatku
      hmmmmmmm,,, Gue bahagia banget dikelilingi sama teman-teman dan sahabat-sahabat yang dianugerahi Allah SWT Disaat saya butuh mer...

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates