Stories in My Life

Whatever I do now, it's better than yesterday

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us




1.      Tujuan
Melakukan pembenihan dan pengembangbiakan mikroorganisme untuk mengolah limbah cair secara aerob.

2.      Alat dan Bahan
a.       Alat yang Digunakan
·         Gelas kimia 1 liter
·         Aerator 1 buah
·         Pipet ukur 25 mL 1 buah
·         Bola karet 1 buah
·         Labu ukur 500 mL 1 buah
·         Pipet tetes 1 buah
·         Cawan penguap 1 buah
·         Kertas saring bebas abu 3 lembar
·         Neraca analitik
·         Oven 105˚C dan 600˚C
·         Kertas lakmus

b.      Bahan yang Digunakan
·         Ai r limbah buangan (selokan)
·         Glukosa
·         KNO₃
·         KH₂PO₄
·         Aquadest

3.      Dasar Teori

Salah satu langkah yang penting dalam proses pengolahan limbah cair adalah penyiapan/penyesuaian bakteri agar berkembang sesuai dengan kondisi yang diinginkan. Bakteri yang berasal dari biakan murni atau lingkungan sekitar sumber limbah yang akan diolah dikodisikan pada suatu tempat dengan diberi umpan yang konsentrasinya sedikit demi sedikit menyerupai komsentrasi limbah yang akan diolah. Biasanya pada tahap awal, sebagai umpan digunakan bahan-bahan kimia yang mudah diperoleh dengan komposisi yang jelas.
Untuk bakteri aerob, maka perlu ditambahkan aliran udara yang berasal dari kompresor,blower atau pompa yang disemburkan (spray aerator).
Cara pengerjaan :
Bakteri yang berasal dari biakan murni atau tempat lain, dikembangkan dalam suatu tempat dan diberi umpan ya g konsentrasinya sedikit demi sedikit mendekati limbah yang akan diolah.
Komposisi limbah yang digunakan biasanya dalam seeding adalah BOD : N : P = 60 : 30 : 1 atau 100 : 5 : 1 .
            Sebagai sumber karbon biasa digunakan glukosa, sedangkan nitrogen dan pospor dapat menggunakan Kalium Nitrat dan kalium Dihidrofosfat. Pengaturan pH dapat digunakan kapur atau asam sulfat. Untuk bakteri aerob ditambahkan udara yang cukup agar proses oksidasinya dapat berjalan dengan sempurna. Jika konsentrasi BOD atau COD dalam tempat pengembangan telah relatif konstan, dengan fluktuasi sekitar 5% , maka konsentrasi umpan dan volume pembibitan ditambah. Proses ini terus dilakukan hingga volume pembibitan mencapai sekitar 10% kolam yang pengolahan dibuat dan VSS sekitar 3000-4000 mg/l.
Pemberian Substrat :
Misalkan BOD limbah yang akan diolah = 400 mg/l , volume awal pembenihan 10 liter.
BOD : N : P = 60 : 30 : 1
Sebagai sumber karbon adalah glukosa, nitrogen KNO₃ dan fosfor KH₂PO₄.
BM glukosa = 180
C₆H₁₂O₆           +          6O₂      →        6CO₂   +          6H₂O

1 mmol glukosa akan ekivalen dengan 6 mmol oksigen.
180 mg glukosa ~ 192 mg oksigen
1 mg oksigen ~ 180/192 mg glukosa
Untuk membuat 10 liter limbah dengan BOD 400 mg/l keperluan glukosa (10 x 400 x 180/192 ) mg = 3750 mg = 3,75 gr
BM KNO₃ = 101 BAN = 14
KNO₃ yang dibutuhkan :
= (3/60 x 3750 x 101/14 ) mg = 1352 mg = 1,35 gr
BM KH₂PO₄ = 136 BAP = 31
KH₂PO₄ yang dibutuhkan :
= (1/60 x 3750 x 136/31 ) mg = 274 mg = 0,2749 gr
Jika kandungan BOD padapembenihan telah mendekati limbah yang akan diolah, maka sebagai sumber karbon dapat diganti dengan limbah yang nantinya akan diolah.

Penetapan Konsemtrasi Biomassa
            Konsentrasi  biomassa atau organisme dinyatakan dalam mg/l VSS (Volatile Suspended Solid). Prinsip pengukuran berdasarkan gravimetri , yaitu analisa berdasarkan penimbangan berat dan dilakukan dengan cara penyaringan,pemanasan dan penimbangan.
·         Menyiapkan cawan pijar dan kertas saring, cawan pijar yang telah dibersihkan lalu dipanaskan dalam oven 600˚C selama 1 jam, kemudian dimasukkan kedalam desikator. Setelah itu ditimbang hingga konstan (a gram). Kertas saring bebas abu dibasahi dengan aquadest, kemudian dipanaskan didalam oven 105˚C selama 1 jam, masukkan ke dalam desikator , menimbang (b gram).
·         40 mL contoh air disaring dengan kertas saring bebas abu yang telah ditimbang. Kertas saring yang berisi endapan dimasukkan ke dalam cawan pijar dan dipansakan dalam oven 105˚C selama 1 jam. Dinginkan dalam desikator, kemudian timbang (c gram).
·         Cawan tersebut kemudian dipanaskan dalam oven 600˚C selama 2 jam.
·         Setelah dingin masukkan kedalam desikator dan ditimbang ( d gram).



Perhitungan :








4.      Langkah Kerja
·         Membuat substrat sebanyak 1 liter , dengan 0,375 gr glukosa, 0,135 gr KNO₃ dan 0,02749 gr KH₂PO₄ dalam 1 liter aquadest.
·         Memasukkan bibit mikroorganisme sebanyak  dari volume yang diperlukan kedalam substrat yang telah dibuat.
·         Melakukan aerasi (pemberian O₂) secara terus menerus.
·         Memberikan substrat dilakukan setiap hari samapai mencapai bio solid yang diinginkan.
·         Jumlah bio solid diukur dengan metode gravimetri 3 hari sekali.
·         Nilai Cond,Suhu,pH dan salt dihitung setiap hari.



5.      Data pengamatan
Hari
Tds
Cond
Temp
Salt
Kamis
21
46,1
29,1
0
Jum’at
30
66
29
0
Senin
40
98
29
0
Selasa
47
102,8
28
0,1

Berat cawan kosong = 46,64 gram
Berat kertas saring = 0,46 gram





6.      Perhitungan

a.       TSS pada suhu 110˚C (hari ke-6)
-          Berat isi + kertas saring + cawan = 48,16 gram
-          Berat isi = 48,16 gram – 47,1 gram = 1,06 gram
TSS pada suhu TSS pada suhu 110˚C (hari ke-8)
Isi = 48,16 gram – 45,72 gram = 2,44 gram
b.      VSS pada suhu 600˚C (pada hari ke 6)
Berat selisih = 1,06 gr – 0,82 gr = 0,24 gr

VSS pada suhu 600˚C (pada hari ke 8)
Berat selisih = 2,44 gr – 1,45 gr = 0,99 gr






Grafik Pengamatan
Hari
TSS
6
26500
8
61000







VSS
Hari
6
6000
8
24750












1.      Tujuan
·         Menentukan kandungan partikulat debu dengan HVAS.
·         Menetahui tingkat kebisingan udara lingkungan.
·         Mengambil sampel emisi gas Sox dan Nox dengan menggunakan Impinger gelembung ganda (IGG).
·         Menganalisa kadar gas dari sampel yang telah diambil.


2.      Alat yang Digunakan
·         Sound Level Meter


3.      Dasar Teori

Udara
            Udara adalah suatu sampuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan. Komponen yang konsentrasinya paling bevariasi adalah air dalam bentuk uap dan karbon dioksida (CO₂). Jumlah uap air yag terdapat di udara bervariasi tergantug dari cuaca dan suhu.
            Secara alamiah, udara mengandung unsur kimia seperti : O₂, N₂,NO₂, CO₂,H₂ dll. Penambahan gas ke udara melampaui kandungan alami akibat kegiatan manusia akan menurunkan kualitas udara. Udara di alam tidak penah ditemukan bersih tanpa polusi sama sekali. Beerapa gas seperti sulfur dioksida (SO₂), hidrogen sulfida (H₂S) dan karbon monoksida selalu dibeaskan ke udara sebagi produk sampingan dari prose-proses alami.

Polusi Udara
            Macam bahan pencemar udara dapat dilasifikasikan dalam beberapa kelompok antara lain :
a.       Kalisifikasi Menurut Bentuk Asal
·         Bahan pencemar uadara primer, yaitu : polutan yang apabila menyebar dengan keadaan tetap pada keadaan semula. Misalnya : partikel halus,senyawa sulfur, nitrogen, karbon, senyawa organik.
·         Bahan pencemar udara sekunder, yaitu : bahan pencemar udara primer yang mengalami reaksi dengan senyawa lain setelah keluar dari sumbernya. Misalnya SO₃  +  H₂O                            H₂SO₄



b.      Klasifikasi Menurut Keadaan Fisika
·         Partikel. Misalnya: aerosol, mist, smoke dan fog.
·         Gas. Misalnya: true gas dan vapor.

c.       Klasifikasi Menurut Susunan Kimia Bahan Pencemar
·         Inorganik. Misaknya : CO, SO₂.
·         Organik. Misalnya : metan, benzen dan etilen

Polutan
    SOx
            Gas belerang dioksida (SOx)terdiri atas gas SO₂ dan gas SO₃ yang keduanya mempunyai sifat berbeda. Gas SO₂ berbau tajam dan tidak mudah terbakar , sedangkan gas SO₃ bersifat sangat reaktif.  Sox memiliki ciri bau yang tajam, besifat korosif, beracun karea selalu mengikat oksigen  untuk mencapai kestabilan phasa gasnya. Sox menimbulkan gangguan sistem pernapasan , jika kadar 400-500 ppm akan sangat berbahaya , 8-12 ppm menimbulkan iritasi mata, 1-5 ppm menimbulkan bau.
            Gas SO₂ akan bertemu dengan oksigen yang da diudara dan kemudian membentuk gas SO₃ melalui reaksi berikut :
            2SO₂    +          O₂(udara)                                 2SO₃

NOx
          Nitrogen oksida (NOx) memiliki bentuk yang sifatnya berbeda , yaitu gas NO₂ dan NOx . sifat gas NO₂ adalah berwarna dan berbau . sedankan gas NO tidak berwarna dan tidak berbau. Warna gas NO₂ adalah merah kecoklatan dan berbau tajam menyengat hidung. Pencemaran gas NOx diudara terutama berasal dari gas buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stasioner atau mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas alami.
          Diantara berbagai jenis oksida nitrogen yang ada diudara, NO₂ merupakan gas yang paling beracaun. Karena larutan NO₂ dalam air yang lebih rendah dibandingkan dengan SO₂ , maka NO₂ akan menembus ke dalam saluran pernapasan lebih dalam. Berdasarkan studi menggunakan binatang percobaan, pengaruh yang membahayakan seperti misalnya : meningkatnya kepekaan terhadap radang saluran pernapasan, dapa terjadi setelah mendapat pajanan sebesar 100 μg/mᵌ. Percobaan pada manusia menyatakan bahwa kadar NO₂ sebesar 250 μg/mᵌ dan 500 μg/mᵌ dapat mengganggu fungsi saluran pernapasan pada penderita asma dan orang sehat (Yoko Edy Saputra.2009).



            Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering dijumpai di tempat kerja. Kebisingan mempengaruhi kesehatan, antara lain dapat menyebabkan kerusakan pada indra pendengaran sampai pada ketulian. Dari hasil penelitian diperoleh bukti bahwa intensitas bunyi yang dikategorikan bising dan yang mempengaruhi kesehatan (pendengaran) adalah di atas 60 dB. Oleh sebab itu, para karyawan yang nekerja di pabrik dengan intensitas bunyi mesin di atas 60 dB, maka harus dilengkapi dengan alat pelindung (penyumbat) telinga, guna mencegah gangguan-gangguan pedengaran (Notoatmodjo, 2003).
Di samping itu, kebisingan juga dapat mengganggu komunikasi. Dengan suasana yang bising memaksa pekerja untuk berteriak di dalam berkomunikasi dengan pekerja yang lain. Oleh karena sudah biasa berbicara keras di lingkungan  kerja sebagai akibat lingkungan kerja yang bising ini, maka kadang-kadang di tengah-tengah keluarga juga terbiasa berbicara keras. Bisa sebagai sikap marah. Lebih  jauh kebisingan yang terus menerus dapat mengakibatkangangguan konsentrasi pekerja, yang akibatnya pekerja cenderung berbuat kesalahan dan akhirnya menurunkan produktivitas kerja (Notoatmodjo, 2003). Selain itu kebisingan juga dapat mempengaruhi peningkatan tekanan darah.
Jenis-Jenis Kebisingan
Kebisingan dapat diklasifikasikan dalam 3 (tiga) bentuk dasar (Wahyu, 2003) :
1.         Intermitten Noise (Kebisingan Terputus-putus)
Intermittten Noise adalah kebisingan diana suara timbul dan menghilang secara perlahan-lahan. Termasuk dalam intermitten noise adalah kebisingan yang ditimbulkan oleh suara kendaraan bermotor dan pesawat terbang yang tinggal landas.
2.         Steady State Noise (Kebisingan Kontinyu)
Dinyatakan dalam nilai ambang tekanan suara (sound pressure levels) diukur dalam octave band dan perubahan-perubahan tidak melebihi beberapa dB per detik, atau kebisingan dimana fluktuasi dari intensitas suara tidak lebih 6dB, misalnya : suara kompressor, kipas angin, darur pijar, gergaji sekuler, katub gas.
3.         Impact Noise.
Impact noise adalah kebisingan dimana waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak intensitasnya tidak lebih dari 35 detik, dan waktu yang dibutuhkan untuk penurunan sampai 20 dB di bawah puncaknya tidak lebih dari 500 detik. Atau bunyi yang mempunyai perubahan-perubahan besar dalam octave band. Contoh : suara pukulan palu, suara tembakan meriam/senapan dan ledakan bom.


4.      Langkah Kerja

a.       Menyiapkan alat Sound Level meter.
b.      Mengukur kebisingan pada suara kendaraan bermotor, suara orang mengobrol dan pada tempat yang sunyi (tidak ada suara) dengan Sound Level meter.
c.       Mencatat hasilnya.








5.      Data Pengamatan

Sampel
Kebisingan (dB)
Suara motor
96,4
Suara orang mengobrol
76,2
Tempat sunyi (tidak ada suara)
40,5


6.      Analisa Percobaan

Setelah melakukan praktikum diatas, dapat dianalisa bahwa :
Pada percobaan kali ini, kami mengukur kebisingan dengan alat sound level meter pada tiga tempar yaitu : pada kendaraan bermotor, suara orang mengobrol dan tempat yang sunyi (tidak ada suara). Dimana pada kendaraan bermotor yang hilir mudik di jalanan tetapi tidak diibangi dengan pertambahan panjang jalan dari tahun ke tahun, maka makin dirasakan gangguan-gangguan akibat adanya kendaraan bermotor dijalanan,diantatanya adalah kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor. Tingkat kebisingan dari lalu lintas kendaraan bermotor berhubungan sekali dengan arus lalu lintas dan tingkat kepadatan sehingga menimbulkan kebisingan, terutama pada kendaraan bermotor yang yang tidak memiliki filter pada knalpotnya. Hal ini mengganggu kesehatan bagi mereka yang bertempat tinggal di dekat jalan raya.  Kebisingan kendaraan bermotor ini termasuk pada jenis kebisingan Intermittten Noise (Kebisingan Terputus-putus), yaitu kebisingan dimana suara timbul dan menghilang secara perlahan-lahan.
 Sedangkan pada suara orang mengobrol , dapat juga menyebabkan suatu kebisingan jia suar tersebut terlalu berisik dan besar. Dan akibatnya, orang-orang disekitarnya mendapatkan dampak buruknya, misalnya : merusak pendengaran seseorang, dapat menyebabkan orang berbicara dengan suara keras dan membuat konsentarsi menurun dan sebagainya. Kebisingan ini, termasuk dalam jenis kebisingan Steady State Noise (Kebisingan Kontinyu), yaitu dinyatakan dalam nilai ambang tekanan suara (sound pressure levels) diukur dalam octave band dan perubahan-perubahan tidak melebihi beberapa dB per detik. Kemudian pada tempat yang sunyi (tidak ada suara) , tidak menimbulkan kebisingan dan kondisi inilah yang seharusnya diterapkan agar pendengaran kita dapat baik-baik saja.
            Faktor-faktor yang mempengaruhi kebisingan antara lain : intensitas bising, frekuensi bising, lamanya berada dalam lingkungan bising, sifat bising, waktu diluar dari lingkungan bising, kepekaan seseorang dan spektrum suara. Dan dari hasil data pengamatan, didapatkan bahwa nilai kebisingan dari kendaraan bermotor, orang mengobrol dan tempat yang sunyi berturut-turut adalah : 96,4 dB ; 76,2 dB dan 40,5 dB. Hal ini berarti, pada kendaraan bermotor dan suara orang mengobrol telah melewati nilai ambang batas kebisingan, yaitu : 60 dB, maka bila diatas 60 dB dapat merusak gangguan kesehatan pada seseorang.




7.      Kesimpulan

Dari analisa diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa :
·         Kebisingan dapat terjadi dimana saja dan dapat merusak kesehatan seseorang terutama pada sistem pendengaran.
·         Kebisingan pada kendaraan bermotor termasuk jenis kebisingan Intermittten Noise (Kebisingan Terputus-putus), sedangkan suara orang mengobrol termasuk kebisingan Steady State Noise (Kebisingan Kontinyu) dan tempat yang sunyi tidak menimbulkan kebisingan.
·         Nilai ambang batas dari kebisingan adalah sebesar 60 dB
·         Suara kendaraan bermotor dan suara orang mengobrol telah melewati niai ambang batas, sehingga dapat merusak kesehatan.

8.      Daftar Pustaka

Jobsheet “Penuntun Praktikum Teknik Pengolahan Limbah” 2013 Polsri
www.google.com
Newer Posts Older Posts Home

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
  • Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN
  • Perjuangan yang Melelahkan dan Sia-Sia
  • Proses Pembuatan Ammonia PUSRI-IV
  • Penyakit Menular Hepatitis
  • Tangki Penyimpanan Bahan Padatan
  • Bahasa Inggris Alat-Alat Laboratorium Kimia
  • Pemandian dan Pelepasan Mahasiswa/ i Teknik Kimia Polsri Angkatan 2012
  • Pengalaman Hidup di dalam Pengalaman Pekerjaan
  • Surat untuk Masa Laluku

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger

About Me

My Photo
Zefrina Destrina
Menurut saya sebuah keputusan merupakan satu langkah untuk memulai suatu cerita di dalam kehidupan. Blogger ini berisi semua ilmu dan pengalaman yang bisa saya bagikan untuk menambah wawasan bagi para pembaca.
View my complete profile

@way2themes

Subscribe To

Posts
Atom
Posts
All Comments
Atom
All Comments

Followers

Arsip Blog

  • ▼ 2025 (1)
    • ▼ September (1)
      • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
  • ► 2020 (3)
    • ► July (1)
    • ► May (1)
    • ► April (1)
  • ► 2019 (17)
    • ► November (1)
    • ► April (1)
    • ► March (15)
  • ► 2018 (3)
    • ► July (2)
    • ► June (1)
  • ► 2017 (3)
    • ► November (3)
  • ► 2016 (13)
    • ► June (1)
    • ► March (1)
    • ► February (9)
    • ► January (2)
  • ► 2015 (29)
    • ► September (1)
    • ► August (6)
    • ► July (5)
    • ► March (4)
    • ► February (4)
    • ► January (9)
  • ► 2014 (38)
    • ► December (7)
    • ► November (7)
    • ► October (1)
    • ► September (1)
    • ► June (4)
    • ► May (3)
    • ► April (6)
    • ► March (5)
    • ► February (4)
  • ► 2013 (32)
    • ► December (1)
    • ► July (2)
    • ► June (1)
    • ► May (6)
    • ► March (1)
    • ► February (1)
    • ► January (20)

Search This Blog

Popular

  • Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN
    Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN Kali ini saya akan sharing tentang pengalaman saya mengenai test-test di BUMN, salah satunya di PLN. Tap...
  • Bahasa Inggris Alat-Alat Laboratorium Kimia
    Bahasa Inggris Alat-Alat Laboratorium Kimia
    Kali ini saya akan berbagi mengenai istilah-istilah yang akan ditemui di bidang Teknik Kimia, terutama dibagian Laboratory . Pada pembaha...
  • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
      Hai readers blogku .. Ngga kerasa waktu begitu cepat banget berlalunya ya. Malam ini (aku nulisnya malam tapi baru dipost pagi hari), aku ...
  • Laporan Praktikum Kimia Analitik Instrumen
    SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM 1.       Tujuan Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan mampu : ·          Mengguna...
  • Sahabat-Sahabatku
    Sahabat-Sahabatku
      hmmmmmmm,,, Gue bahagia banget dikelilingi sama teman-teman dan sahabat-sahabat yang dianugerahi Allah SWT Disaat saya butuh mer...

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates