Stories in My Life

Whatever I do now, it's better than yesterday

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us
PENGENDALIAN TEKANAN
(PCT – 14)

Peralatan PC14 adalah aksesori atau aplikasi pengendalian tekanan yangdigunakan untuk melakukan simulasi pengendalian aliran udara proses pada sebuah pipa. Alat simulasi ini digunakan bersama dengan alat konsol listrik, PC10. PC14 menjaditempat proses dan pengukuran, sedangkan PC10 sebagai controller, tempat dilakukannya evaluasi, baru kemudian hasil evaluasi dikembalikan ke PC14 dan digunakan sebagai input variabel manipulasi oleh elemen control akhir (katup control pneumatic). Aliran udara proses dikendalikan agar sesuai dengan set point yang telah ditetapkan denganmengukur tekanan pada pipa proses tersebut menggunakan sebuah pressure transducer, hasil pengukuran kemudian dimasukkan ke signal conditioning pada peralatan PC10 yangMakan mengubah sinyal tekanan tersebut menjadi sinyal instrument yang sesuai (arus listrik,mA atau tegangan, volt). Output dari signal conditioning kemudian dapat menjadi input bagi voltmeter (pembacaan hasil pengukuran dalam satuan tegangan listrik, volt) atau menjadi input bagi process controller di alat PC 10. Input ke PC10 akan dievaluasi oleh controller terhadap set point, dan output atau keluaran dari process di PC10 akan menjadi input bagi kotak koneksi yang terletak pada bagian sebelah kiri dari I/P converter. Pada converter ini, arus litrik hasil evaluasi controller dikonversikan menjadi tekanan dalam satuan psi yang sebanding, kemudian oleh converter digunakan untuk menggerakkan katup control pneumatic dalam rentang 0% - 100% agar tekanan yangmelalui pipa proses sesuai dengan besar set point yang telah ditetapkan.
Unit pengendalian tekanan (PCT14) terdiri dari sebuah pipa dimana pada pipa tersebut terpasang sebuah katup kontrok pneumatic, sebuah pengukur aliran orifice meter dan katup pembuang tekanan langsung ke atmosfir atau melalui sebuah tangki udara untuk memvariasikan kelambatan proses (PROCESS LAG).
Tranduser untuk pengukuran tekanan secara langsung atau pengukuran beda tekan digunakan untuk mengukur tekanan ataupun tekanan antara dua titik laju alir udara. Output dari tranduser tersebut diumpankan ke SIGNAL CCONDITIONING yang kemudian memberikan output Ke PROCESS CONTROLLER pada PC10.
Udara tekan untuk instrument (gauge, converter dan katup control pneumatic) dan proses masuk melalui pipa, Udara untuk instrument (untuk sinyal) diatur oleh regulator tekanan (V1) sehingga tekanan untuk sinyal dapat dibaca pada gauge tekanan (P1). Udara untuk proses diatur oleh regulator tekanan (V2) dan tekanannya dapat dibaca melalui gauge (P3).
Instrumen pneumatic terdiri dari perubah arus listrik/tekanan (I/P converter) dan katup control (V4). I/P converter menerima sinyal 4-20 mA dari PC10, kemudian mengubahnya (konversi sinyal listrik tersebut menjadi sinyak 3-15 psi untuk menggerakkan katup control. Katup control terdiri dari akuator bentuk diafragma yang menggerakkan katup tipe batang (STEM PLUG). Indikator pada batang katup menunjukkan posisi sebenarnya dari katup. Gauge tekanan (P2) menunjukkan sinyal pneumatic dari I/P converter yang digunakakan oleh katup control. Input 4-20 mA untuk I/P converter dihubungkan dengan soket banana ke kontak penghubung dibagian kiri dari converter.
Udara mengalir melalui pipa proses melewati katup pneumatic dan piringan orifice sebelum dibuang ke udara melalui diffuser. Seranngkaian katup pemilih (V3,V4,V5) memungkinkan tangki udara dihubungkan pipa secara seri maupun pararel dengan pipa proses untuk mengubah respon system atau memvariasikan PROCESS LAG. Pada tangki udara terdapat katup pembebasan tekanan (pressure relief valve) V7. Perubahan langkah (step changes) ke proses juga dapat dilakukan dengan membanjiri udara melalui outlet difusi tambahan melalui pembukaan dan penutupan V6
Rancangan alat PC14 ini memungkinkan pembelajaran (study) dari komponen operasi dan alat control penghubung melalui pengukuran converter tekanan.
SIGNAL CONDITIONING
            Pada alat PC14 terdapat 2 buah modul signal conditioning, yaitu modul signal conditioning tekanan dan beda tekan. Modul signal conditioning tekanan berhubungangan dengan tranduser tekanan untuk pengukuran tekanan statis pada pipa proses. Tranduser tekanan terdapat pada kotak yang menggunakan hubungan elektrik pada bagian muka. tranduser tekanan dihungkan ke pipa proses oleh pipa kapiler kaku dimana juga terpasang gauge tekanan (P4).
            Tranduser tekanan digunakan bersamaan dengan modul signal conditioning beda tekanan yang mengukur perbedaan tekanan antara piringan orifice (pengukuran laju alir). Trandusernya terletak pada kotak yang menggunakan hubungan elektrik pada bagian muka. Dua pipa kapiler kaku menghubungkan piringan orifice dengan tranduser. Sinyal dari tranduser tekanan masuk melalui kabel penghubung biru ke soket banan pada signal conditioning tekanan di PC10 dan diubah menjadi sinyal 0-1 volt atau sinyal 4-20 mA untuk pengendalian ataupun memonitoring PC10 terhadap voltase listrik.
            Konverter pada alat PC14 ini mempunyai fungsi yang sama dengan signal conditioning pada PC10, yaitu mengubah suatu input menjadi output yang dapat digunakan untuk sinyal pengendalian. Pada signal conditioning, output berupa tekanan pada pipa proses setelah diukur menggunakan jembatan wheatstone diberikan ke signal conditioning yang mengubah besar harga tekanan terukur tadi menjadi output dalam bentuk :
·         Arus listrik (mA) : dapat digunakan sebagai input bagi amperemeter (display) atau   sebagai iput bagi process controller.
0 psi – 8 psi  4 mA – 20 mA
·         Tegangan listrik (volt) : dapat digunakan sebagai input untuk pembacaan tegangan di voltmeter.
0 psi – 8 psi  0 volt  – 1,000 volt
Sebagai input bagi process controller, maka akan dihasilkan beberapa output process controller sebagai berikut :
·         Display pembacaan hasil terukur di layar variable proses (diatas nilai set point)
·         Output bagi converter di PC14
·         Output arus listrik  pada soket lampu 24 VAC
·         Output arus listrik  pada soket lampu 240 VAC
·         Output penggerak recorder.
Pada perccobaan ini, output dijadikan input bagi converter yang kemudian mengubah sinyal 4 mA – 20 mA menjadi sinyal tekanan instrument 3 psig – 15 psig yang akan digunakan untuk menggerakkan katup control pneumatic.
4 mA – 20 mA  3 psig – 15 psig  0 % - 100 % bukaan katup
Pada percobaan ini, dilakukan pemeriksaan linieritas dan histerisis converter untuk memastikan apakah converter tersebut masih memiliki hasil keluaran yang linier terhadap input yang dimasukkan dan melihay berapa jauh perbedaan hasil keluaran ketika diberikan input bertahap.
PENGENDALIAN TEKANAN (PCT14)
PERCOBAAN I : KALIBRASI SENSOR TEKANAN DAN I/P CONVERTER


1.      Tujuan
-          Untuk mengkalibrasi sensor tekanan dan signal conditioning dan memeriksa linearitas dan histerisis dari sensor dan conditioning.
-          Untuk mengkalibrasi I/P converter terhadap gerak katup kontrol dan memeriksa linearitas dan histerisis dari converter.

2.      Dasar Teori
Tranduser tekanan atau sensor tekanan digunakan untuk memberikan pembacaan tekanan dari jarak jauh pada suatu proses, penggunaannya memungkinkan pengendalian tekanan secara otomatis tanpa perlu adanya campur tangan operator untuk memberikan input ke controller dan kemudian memberikan input untuk menggerakkan elemen kontrol akhir (katup kontrol). Sebelum dipergunakan sensor tekanan sebaiknya dikalibrasi sehingga keadaan sensor diketahui dengan baik. Pengkalibrasian sensor tekanan dapat dilakukan dalam range yang berbeda sesuai dengan penggunaan sensor itu sendiri.
Katup kontrol pneumatik pada alat PCT 14 digunakan sebagai elemen kontrol akhir yang akan memberikan gerakan perubahan yang efeknya langsung terasa oleh proses (sistim). Katup kontrol pneumatik memerlukan tekanan untuk bergerak menutup atau membuka. Tekanan berasal dari converter yang mengubah sinyal listrik dari process controller PCT 10 menjadi sinyal tekanan penggerak katup. I/P converter adalah alat yang mengubah arus listrik 4-20 mA dari output process controller PCT 10 menjadi sinyal 3-15 psig untuk input gerakan katup kontrol pneumatik.
Pada PCT 14 tekanan proses diukur oleh sensor tekanan kemudian dikondisikan di signal conditioning untuk diubah dari variabel proses tekanan (0-8 psi) menjadi sinyal controller 4-20 mA. Sinyal output dari controller 4-20 mA kemudian masuk ke I/P converter untuk diubah menjadi sinyal tekanan 3-25 psig untuk menggerakkan katup kontrol sehingga udara yang mengalir melalui pipa proses berubah. Seperti halnya signal conditioning terhadap sensor tekanan I/P converter juga sebaiknya dikalibrasi untuk memeriksa keadaannya sebelum digunakan dan mencocokkan range operasinya.
Sensor tekanan dan I/P converter pada PCT 14 mempunyai output (keluaran) yang berubah secara linier (berbanding lurus) terhadap tekanan. Histerisis yang terjadi sangat kecil. Histerisis adalah kecenderungan sebuah instrumen (alat) untuk menghasilkan ouput yang berbeda untuk suatu harga input sewaktu input dihasilkan dari penambahan atau pengurangan harga sebelumnya. Misalkan input yang diberikan meningkat 0-100% dengan interval 10% maka hasil output nya akan mempunyai kecenderungan harga yang berbeda dengan harga input yang diulang menurun dari 100-0% dengan interval samam 10%. Selisih maksimal inilah yang disebut histerisis.

3.      Alat yang Digunakan
-          Satu set PCT 10 + Trimtool + Kabel
-          Satu set PCT 14 + Kabel penghubung biru
Pengaturan Awal :
-          Kalibrasi voltmeter dan process controller PCT 10
-          Katup manual V1, V2, V3, V5 dan V6 : Posisi tertutup
1.      Katup manual V4 : Posisi terbuka

4.      Langkah Kerja
a.       Menghubungkan sensor tekanan ke bagian input signal conditioning menggunakan kabel penghubung biru dan output berupa 0-1 volt ke voltmeter seperti pada rangkaian.
b.      Menghubungkan suplai udara ke bagian inlet PCT 14, pastikan ada udara tekan mengalir.
c.       Memastikan katup V2 tertutup sehingga tidak ada udara yang melewati pipa proses (0 psi = P4) sensor akan mengukur tekanan minimum = 0 ps. Mengatur signal conditioning pada bagian ZERO dengan menggunakan Trimtool agar pembacaan di voltmeter menunjukkan 0,000 Volt.
d.      Membuka katup V2 sehingga pada P4 terbaca 8 psi, setelah tekanan stabil, atur signal conditioning pada bagian SPAN dengan menggunakan trimtool di voltmeter menunjukkan 1,000 Volt.
e.       Mengulangi langkah 3 seterusnya hingga pembacaan di voltmeter stabil.


·         Kalibrasi I/P converter terhadap katup kontrol
I/P converter akan dikalibrasi sehingga beroperasi dengan ketentuan sbg berikut:
-          Arus 4mA ke converter = 3 psig dari converter (P2) : Posisi katup terbuka
-          Arus 20mA ke conveter = 15 psig dari converter (P2) : Posisi katup tertutup
a.       Menutup katup V2, V3, V4, V5 dan V6, membuka katup V4 dan atur agar terdapat pembacaan 22 psig pada P1.
b.      Mengeset process controller pada mode Manual (lampu manual indikator hidup) dan pastikan Proposional Band pada harga 20%.
c.       Menghubungkan I/P converter ke output dari process controller seperti pada rangkaian gambar.
d.      Menghubungkan suplai udara ke inlet pipa proses, pastikan gauge P1 terbaca 22 psig, atur dengan membuka atau menutup V1 apabila perlu.
e.       Membuka penutup plastik yang menutup soket pengaturan ZERO dan SPAN pada I/P converter (Amati bahwa SPAN tertulis RANGE).
f.       Memasukkan harga 0% pada power output di process controller untuk memberikan output secara 4mA. Mengatur output ZERO pada I/P converter melalui soket ZERO untuk meberikan pembacaan 3 psig pada gauge P2. Posisi katup kontrol berada pada keadaan akan menutup (terbuka).
g.      Memasukkan harga 100% pada power output di process controller untuk memberikan setara 20mA. Mengatur output SPAN pada I/P converter melalui soket RANGE untuk memberikan pembacaan 15 psig pada gauge P2. Posisi katup kontrol berada pada keadaan tertutup.
h.      Mengulangi hingga tidak lagi diperlukan pengaturan SPAN dan ZERO.
i.        Setelah itu lakukan pemeriksaan katup kontrol pneumatik dengan cara mengatur katup V2 pada pembacaan 8 psig di gauge P4 dan output pada process controller = 0%. Katup terbuka.
j.        Mengganti output controller menjadi 100%, amati tekanan proses turun ke nol dan posisi katup tertutup. P4 terbaca 0 psig.




·         Percobaan Linearitas dan Histerisis
1.      Menutup katup V2, memasukkan harga 0% pada power output (Pr) dan pastikan output dari I/P converter memberikan harga pembacaan 3 psig pada gauge P2.
2.      Mengatur gara power output (Pr) naik secara bertahap dari 0-100% dengan interval 10%, catat tekanan yang terbaca pada gauge P2 untuk setiap perubahan. Kemudian ulangin langkah 2 kembali namun power output (Pr) turun bertahap dari 100-0% dengan interval 10%, catat harga terbaca pada gauge P2.

Susunan peralatan pengendalian tekanan yang akan digunakan adalah sebagai berikut :
 















Gambar 1. Susunan Peralatan







5.      Analisa Percobaan
Setelah melakukan praktikum diatas, dapat dianalisa bahwa :
Pada praktikum kali ini, dilakukan proses pengendalian tekanan (PCT 14), dimana alat ini dihubungkan dengan alat PCT 10 yang akan memberikan output ke proses controller. Oada PCT 10 dilakukan proses kalibrasi terlebih dahulu pada voltmeter dan process controller, dimana untuk mengembalikan alat pada kondisi semula/awal sehingga dapat mengurangi kesalahan. PCT 14 terdapat dua buah modul signal conditioning, tetapi yang digunakan hanya tranduser tekanan yang menggunakan elektrik pada bagian muka, yang sinyalnya akan masuk ke soket banana pada signal conditioning tekanan di PCT-10.
            Pada kalibrasi sensor tekanan dan signal conditioning, sensor akan mengukur tekanan o psi saat katup V2 tertutup dan signal conditioning bagian zero akan terbaca 0,000 V dan saat V2 terbuka, sensor akan mengukur tekanan 8 psi serta signal conditioning bagian span akan terbaca 1,000 V. Hal ini dikarenakan sinyal dari tranduser tekanan yang masuk akan diubah menjadi sinyal 0-1 volt atau sinyal 4-20 mA dan diubah dari variabel proses tekanan (0-8 psi) menjadi sinyal controller 4-20 mA. Sedangkan pada linieritas dan histeritis, tidak terjadinya linearitas karena alat yang sudah tua dan menurunnya tingkat efisiensinya sehingga harga yang didapatkan tidak sesuai terhadap sinyal controller dan tekanan yang diberikan. Kemudian histeristis didapatkan sebesar 25%.


6.      Kesimpulan
Dari anlisa diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa :
-          Tekanan berasal dari converter yang mengubah sinyal listrik dari process controller PCT-10 menjadi sinyal tekanan penggerak katup I/P converter.
-          Bukaan katup kontrol berbanding terbalik dengan nilai variabel proses.
-          Nilai histeristis yang diperoleh sebesar 25%.

7.      DAFTAR PUSTAKA
Sutini, Puji Astuti. 2014. Penuntun Praktikum Pengendalian Proses, Polsri:    
         Palembang

LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM PENGENDALIAN PROSES




Disusun Oleh :
Kelompok 1
Ahsanul Amali                                   (0612 3040 1031)
Dian Yunita Sari                                (0612 3040 1037)
Esa Adhmeilawati                             (0612 3040 1038)
Hilya Fitri                                          (0612 3040 1040)
M. Dery Adhatul.A                           (0612 3040 1044)
Rokib                                                 (0612 3040 1049)
Sari Tilawati                                      (0612 3040 1050)
Zefrina Destrina                                (0612 3040 1054)

Kelas :  5 KIB
Instruktur : Anerasari Meidinariasty, B. Eng., M.Si.




JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2014
8.      Gambar Alat

 



      



Seperangkat Alat Pengendalian Tekanan (PCT-14)



Darling I will be loving you ‘till we’re seventy
And baby my heart could still fall as hard at twenty three
And i’m thinking about how
People fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Well me I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am

Sejak saat itu
Potongan bait itu tidak bersenandung lagi
Suara malam itu tidak terdengar lagi
Candaaan itu tidak terasa lagi
Nasihat-nasihat lembut itu tidak diberikan lagi
Kata-kata yang ingin membuat berkelahi tidak pernah diajakan lagi
Cerita-cerita ini tidak tidak pernah dituangkan lagi
Suara jelek itu tidak pernah bernyanyi lagi
Panggilan menjengkelkan itu tidak pernah terucap lagi dari mulut itu
Tangan besar yang sangat jahil itu tidak pernah terlihat lagi
Kalimat-kalimat yang biasanya selalu aku dengar,rasakan dan pahami kini tidak pernah kualami lagi

Hari telah menutup cahayanya
Semua hal yang menjengkelkan di saat hari terang mulai terlupakan
Semunya mulai gelap
Banyak sekali yang terpikirkan disaat kegelapan mulai dirasakan
Seharusnya aku bahagia, karena biasanya ini waktu yang akan membawaku dalam canda dan tawa
Sepertinya tidak lagi untuk saat ini
Tapi, kemana itu semua pergi ?
Apakah aku akan merasakannya kembali ?
Apakah hanya aku yang mengingatnya ?

Hmmmmm,
Ketika aku mencoba untuk mendengarkan lagu-lagu di handphoneku, pasti suara-suara ‘menjengkelkan’ itu terdengar
Semuanya terdengar satu persatu, kata demi kata, kalimat demi kalimat, maupun bait demi bait akan terputar di media player ku
Kadang senyuman itu terbentuk dengan sendirinya, kadang juga wajah ini tiba-tiba kaku dan diam, kadang hati ini merasa sesak, kadang otak ini langsung memerintahkan untuk melihat moments yang tersirat dalam suara itu, kadang-kadang yaaaa kadang=kadang semuanya mengalir begitu saja.

Yang selalu aku ingat,
Kebiasaan yang kukenal (baik dan buruk)
Kata-kata unik yang menjadi ciri khas
Ketikan ketika mengirim sebuah pesan atau membuat suatu tulisan
Istilah-istilah lucu yang suka muncul dipertengahan pembicaraan
Entahlah, itu semua malah sering aku gunakan dalam kehidupanku, aku jadi terbiasa dan terikut dalam ciri khas yang aku kenal sebagai diri itu

Suara itu,
Ketika jam tidurku telah lewat dan aku belum bisa tidur, suara itulah yang biasanya selalu menemaniku
Walaupun jauh, tapi suara itu selalu bisa menghilangkan rasa kesepianku ditengah larutnya malam
Yang mengkhawatirkan aku ketika aku masih belum tidur ketika orang-orang sudah terlelap dalam mimpi indahnya
Yang berusaha dan mencoba menyanyikan potongan bait sebuah lagu walaupun suara itu tidak begitu merdu tetapi enak didengar telingaku
Yang selalu tahu dan berusaha mengerti suasana hatiku
Yang selalu sabar menghadapiku, suara itu selalu lembut kudengar dan tidak pernah dengan nada tinggi hanya saja pernah beberapa kali mencoba untuk menegaskan itupun bukan dengan nada tinggi
Yang selalu menyemangatiku disaat aku merasa jatuh
Yang selalu bisa membuatku bertahan dan memaafkan kesalahannya karena usaha dan perjuangan yang telah dilakukannya

Tapi, suara itu juga
Yang suka mengingkari jani
Yang pernah membuat kecewa
Yang pernah membuat air mata ini jatuh
Yang pernah membuat marah
Yang pernah membuat hati ini sesak dan lelah
Mungkin saja suara itu tidak merasa apa yang telah dilakukannya

Yaah, begitulah warna-warni hidup sebenarnya
Saat mlaam ini aku hanya tiba-tiba teringat akan kebiasaan yang biasanya aku lakukan, yang bisa merubah suasana hatiku menjadi lebih baik
Saat malam ini aku hanya tiba-tiba teringat sosok itu
Saat malam ini aku hanya tiba-tiba teringat suara-suara lembut itu
Saat malam ini aku hanya tiba-tiba teringat dengan bentuk tubuh tegap,tinggi dan putih itu
Saat malam ini aku hanya tiba-tiba teringat dengan panggilan menjengkelkan itu
Saat malam ini aku hanya tiba-tiba teringat dengan nasihat, candaan dan semua pengalaman itu
Saat malam ini aku hanya tiba-tiba teringat motivasi, cita-cita dan mimpi yang diceritakan itu
Saat mlaam ini aku hanya tiba-tiba teringat dengan semua kenangan itu

Huuuhhh,
Entahlah kemana semua itu pergi ?
Sebenarnya aku sangat merasa ada yang hilang dalam hidupku, tetapi aku merasa semua yang kurasakan saat ini tidak boleh terlalu lama karena aku juga berpikir toh kenapa aku harus berjuang sendirian sedangkan suara itu saja tidak tahu apa keinginannya dan pemikirannya terhadapku. Sekarang untuk menenagkan dan membuat diriku lebih baik, aku selalu mengadu kepada-Nya , ayat demi ayat selalu kulantunkan untuk menenagkan hati dan pikiran ini. Setidaknya, jika semua kebiasaan ini tidak berlanjut, aku harus perlahan-lahan menghapusnya dan membiasakan diri dengan hal-hal baru tanpa itu, tetapi jika hal-hal bahagia ini akan kembali dan berlanjut maka itu adalah jalan dan kehendak Allah SWT .

Jujur saja, ketika aku menulis semua tulisanku, aku sangat merasa lega dan beban ku terasa lebih ringan. Inilah caraku untuk menuangkan semua rasaku dalam hidup kedua setelah yang utama yaitu bercerita dan beribadah kepada-Nya.

Semoga suara  itu selalu setia bersenandung pada telinga yang telah digariskan Allah untuknya J


_ I’m dying to see how this one ends_

Jika memang harus jalannya, maka aku ingin mengingatkan satu hal ini :

"Jangan kembali jika HANYA ingin memenuhi/menepati janjimu , Kembalilah karena Ridho-Nya dan karena KETULUSAN cinta dan kasih sayangmu padaku. Jika akan kembali HANYA untuk memenuhi/ menepati janjimu, maka JANGAN pernah kembali lagi"


 

Ketika semua telah direncanakan, mengapa malah berasa akan hancur ?
 
Aku tak tahu apa yang sedang dipikirkan dan direncanakannya
Tapi jujur, aku merasa sedih dan kecewa,,
Betapa hancurnya hati ini ketika merasakan semuanya
Betapa kecewanya hati ini ketika melihat tindakanmu
Betapa begitu derasnya air mata hati ini mengalir ketika kamu pergi tanpa pesan untukku
Yaaaa, selalu saja seperti itu

Mengapa aku terlalu merasakan hal-hal itu ?
Mungkin aku telah merasakan indahnya cinta
Mungkin kau telah berhasil menanamkan kasih sayang serta kepercayaan dalam hati ini
Mungkin keadaan telah berbalik dari yang dulu
Mungkin karena kita telah memiliki mimpi dan tujuan bersama
Tetapi yang pasti kebencin itu telah berubah menjadi cinta dan kenyamanan yang luar biasa

Aku tak tahu apa yang sedang kurasakan
Tetapi, aku sangat sedih ketika aku tahu kamu pergi (lagi) tanpa pesan untukku
Lantas, apa pentingnya aku buatmu ?
Lantas, apakah kau akan menepati janjimu ?
Lntas, bagaimana dengan masa depan yang telah kita rencanakan bersama ?
Lantas, apakah semua yang telah dilalui dari awal sampai saat ini hanya akan sia-sia ?

Jujur,
Saat ini aku tidak bisa membohongi perasaanku
Aku rasanya hanya ingin bersamamu saat ini, nanti dan selama-lamanya
Kamu telah mengajarkan aku banyak hal
Kamu telah memberikan pengalaman yang luar biasa
Kamu telah dapat membuatku menjadi lebih baik
Kamu yang selalu tau tentang diriku, bagaimana sifatku dan mengerti suasana hatiku

Tetapi,
Apalah dayaku jika Allah dan takdir berkata lain
Apalah dayaku jika kamu telah menemukan orang yang lebih baik
Apalah dayaku jika kamu merasa bahagia dengan hadirnya orang lain

Apakah kau tau ?
Disini aku akan menunggumu
Disini aku akan menjaga hatiku
Disini aku akan berjuang untuk masa depan dan kesuksesanku
Disini aku akan tetap setia
Disini aku akan mengenang dan mengingat semua perjalanan ini

Mengapa ?
Karena aku tidak bisa membuka hati untuk orang lain
Karena aku telah menemukan seseorang yang berharga (selain keluarga dan sahabat-sahabat) dalam hidupku
Karena aku percaya, kan kamu sendiri yang pernah bilang padaku kita harus saling percaya dan always positive thinking :):):)
Karena mimpi kita yang ingin kita realisasikan bersama
Karena kamu juga yang bisa merubah rasa benci dalam diriku menjadi indahnya cinta dan kasih sayang..............................

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Tiga hari setelah aku menulis tulisan diatas, Allah “membukakan” mata dan hatiku
Aku dapat berpikir jernih dan menarik semua hikmah atas semua yang sedang terjadi saat ini

Buat kamu
Yakinlah, Insyaallah disini aku tidak akan bersedih dan mengeluarkan air mata sedikitpun, karena aku tidak ingin membuatmu tersiksa di akhirat kelak karena yang aku tau begitu besar dosa dan hukuman-Nya untuk laki-laki yang membuat wanita mengeluarkan air matanya dan membuatnya kecewa dikarenakan dirinya.

Mungkin ini rencana Allah untuk aku lebih fokus pada pendidikanku agar aku bisa meraih mimpi-mimpiku dan membuat bangga serta bahagia kedua orang tuaku.
Yaaaa, mungkin sekarang saatnya aku sendiri fokus dengan LA ku, menikmati indahnya hidup ini bersama sahabat dan keluargaku tercinta karena aku tidak tau sampai kapan bisa bersama-sama mereka, bercanda bersama, berjalan-jalan bersama yaaaa sebelum batas waktu itu tiba .

Aku harus bahagia dan tidak boleh terlihat sedih dalam keadaan menyakitkan sekalipun
Yaaa, karena aku masih punya Allah yang selalu setia mendengarkan setiap cerita dan do’aku kata demi kata yang terangkai bagaikan cerpen dan tidak pernah bosan untuk mendengarkannya, yang selalu “memelukku”  dalam setiap kondisi apalagi disaat orang-orang mulai meninggalkanku.

Aku yakin Allah akan melakukan yang terbaik buat hamba-Nya
Semoga kau dapat menjaga komunikasi kita
Jika kita memang jodoh, maka kita akan dipertemukan dalam moment yang suci dan sakral untuk yang pertama dan terakhir
Tetapi jika kamu bukan jalanku, maka aku tau Allah akan menemukan kita dengan orang yang lebih baik lagi because  Allah knows what we need, not what we want :) , yaaaa #ITrust
Yaaa, aku akan menunggu moment itu untuk bahagia karena yang kuinginkan dalam hidup ini hanya dua : Kebahagiaan dan Kesuksesan Dunia-Akhirat :):):):):):):)






Newer Posts Older Posts Home

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
  • Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN
  • Bahasa Inggris Alat-Alat Laboratorium Kimia
  • Perjuangan yang Melelahkan dan Sia-Sia
  • Penyakit Menular Hepatitis
  • Proses Pembuatan Ammonia PUSRI-IV
  • Proses Pembuatan Pulp
  • Camera Control Unit (CCU)
  • Laporan Tetap PCT-10 Perc.4
  • Mengenal (Explore) Suku Baduy

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger

About Me

My Photo
Zefrina Destrina
Menurut saya sebuah keputusan merupakan satu langkah untuk memulai suatu cerita di dalam kehidupan. Blogger ini berisi semua ilmu dan pengalaman yang bisa saya bagikan untuk menambah wawasan bagi para pembaca.
View my complete profile

@way2themes

Subscribe To

Posts
Atom
Posts
All Comments
Atom
All Comments

Followers

Arsip Blog

  • ▼ 2025 (1)
    • ▼ September (1)
      • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
  • ► 2020 (3)
    • ► July (1)
    • ► May (1)
    • ► April (1)
  • ► 2019 (17)
    • ► November (1)
    • ► April (1)
    • ► March (15)
  • ► 2018 (3)
    • ► July (2)
    • ► June (1)
  • ► 2017 (3)
    • ► November (3)
  • ► 2016 (13)
    • ► June (1)
    • ► March (1)
    • ► February (9)
    • ► January (2)
  • ► 2015 (29)
    • ► September (1)
    • ► August (6)
    • ► July (5)
    • ► March (4)
    • ► February (4)
    • ► January (9)
  • ► 2014 (38)
    • ► December (7)
    • ► November (7)
    • ► October (1)
    • ► September (1)
    • ► June (4)
    • ► May (3)
    • ► April (6)
    • ► March (5)
    • ► February (4)
  • ► 2013 (32)
    • ► December (1)
    • ► July (2)
    • ► June (1)
    • ► May (6)
    • ► March (1)
    • ► February (1)
    • ► January (20)

Search This Blog

Popular

  • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
      Hai readers blogku .. Ngga kerasa waktu begitu cepat banget berlalunya ya. Malam ini (aku nulisnya malam tapi baru dipost pagi hari), aku ...
  • Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN
    Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN Kali ini saya akan sharing tentang pengalaman saya mengenai test-test di BUMN, salah satunya di PLN. Tap...
  • Bahasa Inggris Alat-Alat Laboratorium Kimia
    Bahasa Inggris Alat-Alat Laboratorium Kimia
    Kali ini saya akan berbagi mengenai istilah-istilah yang akan ditemui di bidang Teknik Kimia, terutama dibagian Laboratory . Pada pembaha...
  • Perjuangan yang Melelahkan dan Sia-Sia
    Perjuangan yang Melelahkan dan Sia-Sia
    Huuuuh *mencoba menghela nafas sebentar Aku adalah orang yang selalu berusaha berbuat baik dan selalu ingin menjadi orang yg berman...
  • Penyakit Menular Hepatitis
    Penyakit Menular Hepatitis
    Assalamualaikum semuanya... Hari ini saya akan berbagi mengenai "Hepatitis" . Saya yakin, hampir seuma orang tau tentang peny...

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates