Stories in My Life

Whatever I do now, it's better than yesterday

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us
 


Di TVRI Nasional, saya bekerja dengan suatu alat yang disebut dengan Camera Control Unit atau sering disebut dengan CCU.
CCU merupakan alat yang mengontrol kualitas gambar yang ada dilayar, mengatur kualitas gambar yang diambil oleh kamera.

Pada CCU terdapat beberapa bagian , diantaranya :
- Wave Form yang berfungsi sebagai patokan kita unutk mengontrol iris dan black level.
- Iris yang berfuyngsi untuk mengatur terang atau gelapnya gambar
- Black level yang berfungsi untuk menghatur tipis atau tebalnya gambar
- RGB (Red, Green dan Blue) untuk nge-painting pewarnaan gambar
- CC untuk memunculkan star
- ND yang berupa filter mengatur pencahayaan
- Gamma digunakan jika gambar dengan posisi yang black light

dan masih banyak bagian-bagian yang terdapat di alat CCU ini. Mungkin kesempatan kali ini belum bisa saya jelaskan, karena terlalu banyak hehehe


Sebelum on air, ada proses yang dilakukan yaitu "balancing".  Kamera-kamera yang digunakan harus di "white balance dan black balance" trelebih dahulu untuk menyesuaikan warna antara kamera satu dengan yang lainnya. Jadi, jika kita menggunakan 4 kamera , maka kita harus melakukan black dan white balance terlebih dahulu dan hasilnya harus sama (semua kamera yang akan digunakan harus mendapatkan kesetaraan warna yang sama). Ketika dua hal tersebut selesai dilakukan, maka kita sebagai opeatror hanya mengontrol "Iris dan Black Levelnya" saja ketika acara berlangsung (on air).
Selain melakukan balancing, ada beberapa hal yang harus di check terutama posisi iris yang ada di kamera, pastikan dalam posisi "auto" karena jika masih manual , maka control di CCU tidak akan berfungsi. Kemudian pada saat balancing, pastikan nilai colour temperature sesuai dengan lighting yang digunakan sehingga hasil yang di dapatkan maksimal.

Ketika ada problem seperti warna dari semua kamera yang digunakan ada yang tidak sama , maka harus dilakukan white balance ulang. Jika dirasa telah melakukan balancing dengan baik dan berulang , maka bisa adjust RGB nya, dimana kita bisa bermain dengan warna sehingga bisa mengatur warna pada kamera yang berbeda. Ini hanya dilakukan dalam keadaan terpaksa, karena sebaiknya RGB itu dalam keadaan central/menghadap lurus keatas  (tidak di adjust). Karena pada saat balancing posisi tombol RGB harus dalam keadaan central.
Ohy, saya lupa sebelum balancing, tidak hanya RGB yang harus diperhatikan, tetapi black level harus dalam posisi "0" dan iris pada umumnya dalam  keadaan "5.6"

Initnya kualitas gambar yang anda lihat di televisi salah satunya tergantung pada operator CCU yang  bertugas saat itu :)

Jika ada beberapa pertanyaan bisa comment dibawah dan saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan yang bisa saya jawab ..






Banyak orang bertanya , kenapa saya memiliki lebih banyak temen cowok ? Karena dari kecil temen2 main/tetangga itu lebih dominan cowok. Tpi memang lebih nyaman rasanya berteman sama mereka, mulai dari cerita2 , nongrong bareng apalagi kalo pada punya hobi yang sama kaya' travelling dan makan 😂😂. Ntah kenapa dari SMP sampe awal2 masuk kuliah (saat masih zaman jahiliya/belum hijrah) jadi cew tomboy tapi rambut masih tetap panjang. Makanya sampe sekarang kebawaan, ntah temen2 cow juga alhamdulillah pada nyaman temenan sama saya. So, punya temen bahkan sahabat cow itu bukan berarti seorang cew itu ganjen, ataupun "murahan". Alhamdulillah kami memang memiliki jiwa yang ramah dan mudah bergaul/bersosialisasi.

Mengingat 2-3 tahun yang lalu, saya mengenal sosok "teman" yang baru nan luar biasa. Saya kagum sama mereka.
Ada seorang perokok berat, tapi ketika beliau sedang jalan bareng saya dia tidak pernah menyentuh rokoknya itu (hampir 12jam) karena beliau tau saya tidak suka orang yg merokok, sifatnya juga humoris dan kadang "cengengesan" . Dia bukan sosok ustadz bukan juga seorang preman, tapi dia bisa menghargai, menghormati dan melindungi seorang wanita.
Ada pula seorang yang berjuang akan hidupnya, yang mana saya dijadikan semangat untuk dia bisa bertahan dan menatap masa depannya. Merasakan hal itu, saya bersyukur bisa "berguna" untuk orang disekitar yang sedang berjuang. Saya benar-benar berjanji akan menjadi semangat baginya hingga semuanya "selesai" dan Alhamdulillah sekarang dia bisa menatap dan menjalani masa depannya.

Mereka berdua sosok yang baik, mengenal mereka sudah tertulis di skenario-Nya. Bahagia bisa membuat mereka merasakan bahagia, melihat perjuangan mereka, melihat mereka menjadi pribadi yang lebih baik, melihat mereka menghargai sosok perempuan terutama ibu mereka.

Mungkin  sepanjang pertemanan kami ini ada banyak kesalahan yang saya lakukan. Kadang kalanya hal itu bukan murni dari keinginan saya, tapi banyak faktor yang mempengaruhi.

"Teman" seperti halnya pengalaman yang akan mengajarkan kalian banyak hal terutama pelajaran hidup 😉
Satu pesan yang lain :
Jangan pernah judge orang tanpa pernah tau "siapa mereka" dan bagaimana kehidupannya...


Guys, Kita cerita flashback ya kira2 cerita 3 tahun yang lalu. Karena kadang kalanya cerita masa lalu itu seru juga hahahaha ....
Kenapa sekarang saya tiba2 kepikiran cerita ini ? Karen tiba2 saya menemukan kembali sebuah buku  yang dengan membukanya, maka juga akan membuka kembali kenangan saya..



Jadi mau cerita sedikit tentang ini buku "Alumni". Di buku ini, bisa dilihat data2 pribadi mahasiswa (alumni) satu angkatan tertentu seperti alamat dan  nomor hp. Dikarenakan saat masih jadi mahasiswa Saya masih suka gonta ganti nomor hp, maka saya menuliskan nomor hp orang tua saya disana, dengan alasan nomor beliau kan tidak akan ganti-ganti.

Alhasil, saat wisuda kami mendapatkan buku tsb. Setelah moment wisuda terlewatkan, ternyata ada seseorang yang menghubungi nomor hp saya yang tertera pada buku alumni tersebut. Awalnya ibu Saya kebingungan ketika ada yg sms beliau hahahaha (lucu sangat kalo diinget2 mah) 😂

Setelah itu saya mencoba membalas dan memberikan nomor saya yang sesungguhnya. Saat itulah beliau memperkenalkan dirinya. Dia menceritakan ia mendapatkan nomor hp saya dari buku "alumni". Saya sangat penasaran dan mencari siapa dia sesungguhnya. Saya terkejut dia adalah sosok yang sering Saya lihat dan pernah saya pikir menyukai teman saya karena saya beberapa kali memergoki beliau melihat ke arah saya  dan teman2 kalo lagi di kantin sambil tersenyum. Dia mahasiswa disuatu jurusan yang dirahasiakan wkwkwkwk ( tapi sama2 teknik). Mungkin semua hal2 konyol saya yang suka dilakukan dikampus semua sudah pernah dilihat olehnya hahahaha...

Sejak saat itu, dia menceritakan dia sedang menjalani test di salah satu perusahaan bergengsi dan alhamdulillah lulus dan masih bekerja disana sampe sekarang. Dia juga suka menanyakan bagaimana test saya di Oki Pulp dlu. Dia juga suka bercerita bagaimana Susana kerjanya disana, app yang dia lakukan. Pokoknya Kita sering komunikasi via message ataupun line.

Saya menceritakan semuanya kepada sahabat saya, saat saya belum menyebutkan nama dan saya hanya menyebutkan suatu jurusan , dia langsung dengan tepat menyebutkan nama sosok tsb. Loh, saya terkejut dan memang sahabat saya tsb merasakan sama halnya yg saya rasakan. Tetapi dia bilang "setiap rombongan Kita bertemu dg rombongan beliau ataupun sendirian dia slalu melihat lama ke arah kita2 tpi awalnya aku bingung siapa yang ia lihat, tapi ketika kita sedang jalan berdua sangat terlihat kalo beliau melihat kearah nana".
Setelah mendengar itu saya terharu dan hati saya merasakan syukur. Bagaimana tidak,ada sosok yang menyukai kamu dalam diam, yang sebenarnya ia bisa mengajak saya ngobrol kapan saja karena dia juga satu kelas dengan sepupu saya. Dia baru berani menyapa dan mencari tau saya setelah kita Lulus dan dia mendapatkan pekerjaan. Benar-benar sosok laki-laki bukan ? 😊

Tapi ....... semuanya tidak berlangsung lama ...
Saat itu saya sudah memiliki seseorang yang spesial, jadi saya tidak terlalu memperdulikan sosok beliau tsb jadi mungkin dia mencoba mundur secara perlahan. Bodohnya saya menjauhi orang yang menyukai saya dalam diam dan malah percaya sama seseorang yang pada akhirnya mengkhianati saya ☺️☺️
Tapi kira2 1 tahun yang lalu beliau sempat menghubungi saya kembali, menanyakan kabar. Sebenarnya saya sangat merasa bersalah sama dia, tapi bagaimana lagi semua sudah terjadi. Setidaknya saya bersyukur karena masih ada orang2 diluar sana yang care dan menyayangi saya dengan tulus.

Hi Mr.E mungkin aja kamu baca ini, makasih yaaa udah pernah menyukai saya dalam diam saat itu, sudah membuat cerita ini.
Semua ini sudah tertulis di skenario-Nya. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik buat kita 😇


Assalamualaikum everyone.
Kali ini saya akan membahas mengenai “hutang”.
Dimana beberapa waktu terakhir banyak saya mendengar dan membaca tentang hutang dari teman-teman saya dan sebenarnya pernah jadi pengalaman pribadi sih.
Semoga tulisan ini bisa menyadarkan orang-orang yang berhutang tetapi tidak ingin / segera membayarnya.


Hasil gambar untuk orang yang berhutang di akhirat


Ketika saya amati, zaman sekarang banyak sekali orang yang berhutang tetapi tidak berniat untuk melunasi / membayar. Apakah mereka tidak tahu bahwa “hutang” dapat dibawa hingga ke akhirat ?
Kadang kalanya saya melihat orang yang terlibat tersebut adalah orang yang dikenal  baik akan ilmu agamanya. Bagaimana bisa mereka tidak memahami hukum tentang “hutang” ini. Bahkan sekarang banyak orang yang berhutang tetapi kehidupannya / gaya hidupnya terlihat mewah, lantas apa yang mereka inginkan dari berhutang ini ?

“Barang siapa yang berniat menghancurkan harta manusia, maka Allah akan menghancurkan dirinya.” (H.R Bukhari).

Belum lagi ada hal yang seperti ini :
Saat ditagih hutang, orang yang berhutang lebih galak dari yang memberi hutang.
Saat ditagih hutang, orang yang berhutang sering mencari alasan yang ia karang serapih mungkin.
Saat ditagih hutang, orang yang berhutang bilang tidak ada uang, tetapi kenyataannya ia membeli barang baru bahkan mewah serta jadi barang pamerannya.
Dan,,,
Saat menagih hutang, yang memberi hutang seolah-olah “pengemis” yang meminta-minta padahal itu adalah haknya / hartanya.

Hey orang yang berhutang,
Apakah kalian tau, betapa berjuangnya mereka (pemberi hutang) untuk mendapatkan uang yang dipinjamkan kepada kalian ?
Apakah yang kalian pikirkan ketika meminjam tanpa berpikir untuk mengembalikan ?
Apakah kalian tau keutamaan membayar hutang daripada membeli barang-barang nan mewah bahkan pergi berlibur ?
Apakah kalian tau, betapa kasihannya mereka kepada kalian saat ingin meminjamkan uangnya ?
Bahkan banyak dari kalian yang pergi begitu saja, menghilang daengan sengaja (tidak ada niat baik) untuk membayar hutang padahal keluarganya dan dirinya berpenghasilan yang lebih dari cukup. Apakah ini merupakan suatu kebiasaan ???

“Siapapun yang berhutang dan berniat untuk tidak mengembalikn, maka Allah akan bertemu (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (H.R. Ibnu Maja)

Buat pemberi hutang,,
Kalian diwajibkan untuk menagih hutang, ini bukan hal yang salah atau memalukan tetapi kalian  berarti menyayangi mereka yang berhutang karena telah membantu mereka dalam hal terhindar dari dosa. Saat waktu yang dijanjikan telah tiba (jatuh tempo), maka kalian wajib menanyakan / menagih dengan cara yang baik-baik dan melihat respon dari mereka. Jika mereka terus menunda-nunda (karena alasan yang tidak jelas), maka sama saja kalian sedang beramal setiap harinya dengan jumlah sebesar yang kalian pinjamnkan pada mereka. Bersyukurlah, tetap khusnuzon sama Allah SWT walaupun yang berhutang terus-menerus menghindar dan membuat kita kesal bahkan geram. Jika memang sudah sangat lama dan tidak ada etikat baik dari mereka, maka belajarlah mengikhlaskan karena yakinlah Allah itu maha baik.

“Orang yang mati syahid akan diampuni semua dosanya, kecuali hutang.” (H.R. Muslim)

Sedikit pesan ataupun saran...
Bagi para penghutang, jangan pernah kalian menghindar / berlari dari msalah ini.
Jika kalian memang BENAR-BENAR belum / tidak ada uang, maka kiranya dibicarakan bahkan didiskusikan baik-baik dengan pemberi hutang. Selalu ada jalan untuk kejujuran dan niat yang baik begitu juga akan selalu ada celaka / dosa untuk setiap kebohongan dan niat yang jahat.
Siapa sosok itu ?
Siapa dia, aku tidak mengenalnya.
Siapa dia, aku tidak pernah melihatnya.
Siapa dia, aku tidak pernah mengetahui bayangnya.

Perlahan dia mendekat,
Perlahan kata-kata terlontar dari mulutnya,
Perlahan maksud hatinya dijabarkan,
Perlahan niat baiknya dibuat nyata,

Tetapi semua berlalu begitu cepat...
Saat hati terpadu indah semuanya hancur,
Saat hati mulai percaya malah dikecewakan,
Saat hati mulai yakin malah dibuat menangis,
Saat hati ini mulai tertutup untuk orang lain malah didobrak dari dalam,
Saat hati ini mulai nyaman malah dibuat menjerit...

Saat semuanya terjadi...
Diri yang mudah rapuh akan menjadi kuat,
Diri yang bukan apa-apa akan menjadi berlian mahal,
Diri yang mudah dibodohi akan pandai dan lebih hebat...

Perasaan ini sungguh hebat...
Perasaan ini terbolak-balik, terombang-ambing
Perasaan ini dihempaskan berulang-ulang,
Perasaan ini diterjang dengan kalimat-kalimat jalanan,
Perasaan ini diterpa pengkhianatan dan penipuan...

Anugerah yang menjadi kekuatan...
Sepertiga malam itu sunguh luar biasa,
Iman dalam hati itu sungguh indah dan menenangkan,
Cinta yang dianugerahkan itu sungguh special,
Teguran dan kasih sayang yang dilimpahkan sungguh haru...

Semuanya telah dimaafkan...
Tetapi tidak menjamin bisa melupakan semua yang membuat luka,
Tetapi tidak menjamin bisa merubah yang sudah dirajut dari awal hingga menjadi akhir,
Tetapi tidak menjamin bisa merubah kembali rasa pahit yang sekarang menjadi rasa manis yang dulu,
Tetapi tidak menjamin bisa mengingat semua kenangan indah yang telah berlalu...

Yaaaa....
Bagaikan perhiasan, semakin lama dilebur dan ditempa maka akan semakin mahal harganya,
Bagaikan menulis diatas batu, tulisan itu akan terus melekat dan tidak bisa dihapus.
Bagaikan angin yang awalnya memberi kesejukan dan akhirnya malah menerjang pohon hingga tumbang...

Semua yang terjadi dalam hidup merupakan pelajaran yang sangat berharga yang bisa menjadikan kelemahan menjadi suatu kekuatan bagi kita,

Banyak hikmah yang tersembunyi di dalamnya yang siap menyambutmu saat kau sadar betapa berharganya kesalahan yang kita lakukan ataupun cobaan yang Allah berikan ...
Pernah nilai seseorang dari penampilan ?
Pernah  menilai seseorang dari fisik luar ?
Pernah menilai seseorang hanya dari kesehariannya yang terlihat ?
Kalo pernah, Coba baca sharingan saya yang satu ini deh...

Tidak dipungkiri, sebagai seorang perempuan yang dilihat  dari seorang laki-laki (yang ingin dijadikan calon imamnya) adalah agamanya sebagai hal dasarnya.
Tapi apa ? pada kenyatannya banyak laki-laki di luar sana yang menutupi “kebusukan” mereka dengan agama.

Saya telah diberikan Allah perjalanan hidup dengan bertemu orang-orang seperti itu dalam hidup ini.
Mereka orang yang terlihat agamis, bahkan hapal Al-Qur’an serta sering menjadi imam di masjid saat menjalankan ibadah. Begitu hampir sempurna jika kita melihat dari satu sisi ini.
Jujur, perempuan mana yang tidak menginginkan laki-laki yang seperti ini jika cara pandang kita hanya stop di satu sisi ini ?
Tetapi, perempuan mana pula yang menginginkan laki-laki yang suka berkhianat, dan mempermainkan bahkan tidak menghargai perempuan ?

Percuma saja jika tau agama tetapi tidak paham akan agama,
Percuma saja jika rajin ibadah tetapi tidak amanah,
Percuma saja jika pandai mengaji tetapi selalu mengingkari janji,
Percuma saja jika berkata ia kasar , jika berkata ia berdusta....

Seorang laki-laki yang paham akan agama, ia akan selalu bisa memuliakan seorang perempuan,
Seorang laki-laki yang paham akan agama, ia tidak akan mengajak perempuan untuk pacaran etapi menikah,
Seorang laki-laki yang paham akan agama, ia tidak akan pernah melukai hati wanita bahkan seorang ibu baik ibunya sendiri maupun ibu orang lain...

Mereka terlihat sempurna dimata banyak orang,
Mereka terlihat sempurna saat bersandiwara,
Mereka terlihat sempurna saat bertopeng dengan agama,
Mereka terlihat sempurna dengan segala tipu muslihatnya,
Mereka terlihat sempurna dimata orang yang tidak mengenalnya,
Mereka berbicara hebat tentang agama, tetapi mereka sendiri yang melalaikan bahkan melarangnya...

Berhati-hatilah, terlalu banyak laki-laki “Munafik” seperti ini yang berkeliaran di luar sana , yang pada terlihat memiliki agama yang luar biasa, tetapi setelah dikenal lebih dalam malah “zonk” hasilnya karena mereka menutupinya dengan agama agar terlihat sempurna semua permainan mereka.
Jadi, kenali calon imammu yang benar-benar beriman bukan seorang yang MUNAFIK, yang berniat datang kerumah untuk melamarmu bukan untuk menjerumuskanmu dalam ikatan yang dinamakan pacaran...

Saya sangat bersyukur kepada Allah karena saya telah dipertemukan  bahkan dikenalkan dengan orang-orang seperti mereka agar saya tahu :
Bahwa menilai orang orang lain tidak boleh hanya dari satu sisinya,
Bahwa cinta yang sesungguhnya bukan via pacaran,
Bahwa orang yang paham akan agama tentu beda dengan orang yang hanya tau tentang agama,
Bahwa orang yang paham akan agama, akhlaknya pasti akan menyeimbangkan,
Bahwa orang yang benar-benar hapal Al-Qur’an pasti akan menerapkan arti-arti dalam setiap
ayatnya di kehidupannya,
Bahwa wanita harus lebih dimuliakan dan dihargai,
Bahwa laki-laki tidak boleh sama sekali berkata kasar sama perempuan dalam alasan apapun...

Saya sangat bersyukur karena Allah masih sayang dengan dijauhkan dari mereka,
Saya berpikir alasan Allah mengenalkan saya dengan mereka ialah untuk memberikan saya pelajaran dalam hidup, untuk mengjarkan saya bahwa pacaran itu hal yang dilarang, untuk mengajarkan saya bagaimana laki-laki yang benar-benar beriman dan bukan.
Karena saya yakin, Allah akan memberikan yang terbaik buat hambanya yang selalu mencoba menjadi lebih baik dan istiqomah serta memberikan hidayah pada mereka yang berbuat jahat...

Semoga kita dipertemukan dengan jodoh dunia-akhirat dan satu untuk selamanya
yang benar-benar BERIMAN bukan seorang yang MUNAFIK,
yang benar-benar paham akan agama dan Al-Qur’an,
yang benar-benar berakhlak baik (baik perkataan maupun tingkah laku)...



Yang katanya “Generasi Micin’...
Banyak banget orang yang berspekulasi bahwa perilaku anak-anak zaman sekarang yang buruk itu dipengaruhi oleh “Micin”.

Hahaha lucu ya...
Seharusnya mereka yang berpikir seperti itulah yang perlu dipertanyakan.
Pernahkah kalian berpikir ?
Cobalah untuk mengingat, zaman dulu saat kita masih kecil banyak produk micin yang beredar yang memang digunakan untuk memasak seperti “s**a  dan aj**om**o”. Tetapi , apakah orang-orang dahulu (termasuk kita) jadi berperilaku buruk ? tentu saja tidak, bukan...

Semua yang terjadi pada anak-anak zaman sekarang seseungguhnya dipengaruhi oleh bebrapa faktor..
     1. Didikan dan Kasih Sayang Orang Tua
Kurangnya diidkan orang tua pada anak terutama tentang agama dan akhlak serta kasih sayang menyebabkan mereka berperilaku kurang ajar, selalu melawan orang tua, menjadi nakal bahkan brutal, karena tidak ada cahaya agama dalam hatinya serta rasa takut dan rasa menghormati  orang lain yang seharusnya di tanamkan orang tua dalam hatinya.
Jadi, orang tua harus mengajarkan baik dan buruknya segala hal pada anak-anak sejak dini..

     2.  Lingkungan dan Teman
Di dalam Al-Qur’an jelas dikatakan bahwa manusia harus pandai memilih teman. Bagaimana lingkungan kita, maka akan membawa cara hidup kita. Mempunyai teman yang berakhlak baik dan beriman, maka akan selalu mengingatkan kita jika kita dalam jalan yang salah.
Kita akan berjalan dengan teman-teman kita yang di dalamnya ada cahaya keimanan walaupun lingkungan sekitar kita termasuk tempat yang buruk, walaupun lingkungan kita terlalu sibuk dengan memenuhi gaya hidup zaman sekarang...

     3.  Teknologi
Kembali lagi pada point pertama, point ketiga ini saling berkesinambungan dengan point pertama. Teknologi yang berkembang saat ini tidak bisa dikontrol lagi, anak kecil yang baru berumur 3-4 tahun sudah mengerti apa itu teknologi seperti handphone. Salah besar jika orang tuanya telah mengenalkan teknologi pada anak yang belum cukup umur. Mereka akan terbiasa dengan hal itu, menjadi malas, bahkan bodoh. Peran orang tua sangat besar dalam pengawasan penggunaan teknologi ini. Terlebih lagi tontonan televisi sekarang yang tidak mendidik seperti sinetron yang bertema “romance” dengan peran yang dimainkan oleh anak-anak yang belum cukup umur memainkan peran tersebut sehingga anak-anak meniru adegan tersebut dalam kehidupan sehari-hari...


Jadi, banyak faktor yang mempengaruhi buruknya akhlak anak zaman sekarang. Bagi kalian yang beranggapan bahwa semuanya karena “Micin” maka ubahlah mindset kalian, kan kasihan micin yang ngga salah dibawa-bawa wkwkwkwkwk...
Newer Posts Older Posts Home

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
  • Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN
  • Perjuangan yang Melelahkan dan Sia-Sia
  • Penyakit Menular Hepatitis
  • Proses Pembuatan Ammonia PUSRI-IV
  • Bahasa Inggris Alat-Alat Laboratorium Kimia
  • Proses Pembuatan Pulp
  • Tangki Penyimpanan Bahan Padatan
  • Job Fair dan Perkerjaan Pertamaku
  • Kisah tentang "Dia"

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger

About Me

My Photo
Zefrina Destrina
Menurut saya sebuah keputusan merupakan satu langkah untuk memulai suatu cerita di dalam kehidupan. Blogger ini berisi semua ilmu dan pengalaman yang bisa saya bagikan untuk menambah wawasan bagi para pembaca.
View my complete profile

@way2themes

Subscribe To

Posts
Atom
Posts
All Comments
Atom
All Comments

Followers

Arsip Blog

  • ▼ 2025 (1)
    • ▼ September (1)
      • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
  • ► 2020 (3)
    • ► July (1)
    • ► May (1)
    • ► April (1)
  • ► 2019 (17)
    • ► November (1)
    • ► April (1)
    • ► March (15)
  • ► 2018 (3)
    • ► July (2)
    • ► June (1)
  • ► 2017 (3)
    • ► November (3)
  • ► 2016 (13)
    • ► June (1)
    • ► March (1)
    • ► February (9)
    • ► January (2)
  • ► 2015 (29)
    • ► September (1)
    • ► August (6)
    • ► July (5)
    • ► March (4)
    • ► February (4)
    • ► January (9)
  • ► 2014 (38)
    • ► December (7)
    • ► November (7)
    • ► October (1)
    • ► September (1)
    • ► June (4)
    • ► May (3)
    • ► April (6)
    • ► March (5)
    • ► February (4)
  • ► 2013 (32)
    • ► December (1)
    • ► July (2)
    • ► June (1)
    • ► May (6)
    • ► March (1)
    • ► February (1)
    • ► January (20)

Search This Blog

Popular

  • Seseorang yang Belom Selesai dengan Masa Lalunya
      Hai readers blogku .. Ngga kerasa waktu begitu cepat banget berlalunya ya. Malam ini (aku nulisnya malam tapi baru dipost pagi hari), aku ...
  • Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN
    Contoh Soal-Soal TEST GAT PLN Kali ini saya akan sharing tentang pengalaman saya mengenai test-test di BUMN, salah satunya di PLN. Tap...
  • Bahasa Inggris Alat-Alat Laboratorium Kimia
    Bahasa Inggris Alat-Alat Laboratorium Kimia
    Kali ini saya akan berbagi mengenai istilah-istilah yang akan ditemui di bidang Teknik Kimia, terutama dibagian Laboratory . Pada pembaha...
  • Perjuangan yang Melelahkan dan Sia-Sia
    Perjuangan yang Melelahkan dan Sia-Sia
    Huuuuh *mencoba menghela nafas sebentar Aku adalah orang yang selalu berusaha berbuat baik dan selalu ingin menjadi orang yg berman...
  • Proses Pembuatan Ammonia PUSRI-IV
    PABRIK AMMONIA Pabrik Ammonia di PUSRI IV berfungsi untuk menghasilkan ammonia dari bahan baku gas alam, udara, dan steam. Ammonia in...

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates